BANDUNG, CEKLISSATU.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono menyoroti tata kelola di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menyusul kematian dua anak harimau Benggala berusia delapan bulan bernama Huru dan Hara.
Ono menilai, peristiwa matinya anak harimau Benggala di Bandung Zoo tersebut bukan sekadar insiden biasa, melainkan akibat konflik pengelolaan yang telah berlangsung lama.
“Kematian kedua anak harimau ini bukan sekadar insiden biasa, tetapi sudah diprediksi jauh-jauh hari, karena konflik pengelolaan Bandung Zoo yang berlarut-larut dan tidak adanya kepedulian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah,” kata Ono, saat dihubungi, Minggu (29/3/2026).
Ia juga menyoroti masih terlibatnya yayasan lama dalam pengelolaan Bandung Zoo, meski izinnya telah dicabut oleh Kementerian Kehutanan.
Ono menyebut, hal itu diduga menjadi salah satu faktor kematian dua anak harimau Benggala tersebut.
Ia menilai, Pemerintah Kota Bandung seharusnya dapat mengantisipasi kondisi tersebut sejak awal dengan memastikan kesejahteraan hewan, termasuk aspek kesehatan dan pakan.
Baca Juga: Bandung Zoo Disegel Tiga Bulan, Wali Kota Farhan: Negara Ambil Alih Pengelolaan Transisi
Ia juga mengkritisi kementerian terkait yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan standar pemeliharaan terpenuhi.
Ono mengungkapkan, dirinya sempat menawarkan kerja sama dengan Kebun Binatang Ragunan dan Kebun Binatang Surabaya untuk penanganan satwa, namun tidak mendapat respons serius dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Comment