BOGOR, CEKLISSATU - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bogor, memprotes efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Para mahasiswa itu khawatir bahwa efisiensi anggaran tersebut akan memangkas anggaran pendidikan. 

Selain dinilai mengancam kesejahteraan generasi muda, pemangkasan juga dinilai akan mengentaskan kualitas dunia pendidikan. 

"Perjuangan kami takkan permah mati selama keadilan masih ternistai, demi indonesia lebih jaya" bunyi tulisan spanduk yang diusung para mahasiswa.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Dedi Mulyadi Minta Kendaraan Dinas Dijadikan Ambulans

Para mahasiswa tersebut langsung ditemui oleh anggota komisi IV Karina Soerbakti, dan didampingi Wakil Ketua Komisi II Edi Kholki Zaelani dan anggota Komisi II Eka Wardhana. 

Karina Soerbakti menyambut antusias aspirasi para mahasiswa yang memprotes kebijakan efisiensi anggaran tersebut. 

"Kami di sini selalu terbuka untuk mendengarkan aspirasi rakyat, khususnya mahasiswa yang sangat berperan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan adil" tuturnya.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran 50 Persen, Dedie Rachim Ingatkan Dampaknya pada Ekonomi Lokal

"Saya sepenuhnya setuju dengan tuntutan mahasiswa untuk memastikan bahwa anggaran pendidikan tidak dikurangi, karena pendidikan adalah hak setiap rakyat dan fondasi dari masa depan bangsa,” lantangnya.

Lebih lanjut, Karina menyampaikan komitmennya untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa ini ke DPR RI, dan memastikan suara mereka didengar oleh Presiden Republik Indonesia. 

“Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk berkoordinasi dengan rekan-rekan di DPR RI dan menyampaikan aspirasi para mahasiswa kepada pihak-pihak terkait, terutama kepada Bapak Presiden, agar kebijakan anggaran pendidikan tetap mengutamakan kesejahteraan dan masa depan bangsa ini,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Efisiensi Anggaran

Karina juga Soerbakti memastikan bahwa suara rakyat, terutama mahasiswa, harus selalu menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan yang diambil.