BOGOR, CEKLISSATU -- Mengingat curah hujan tinggi yang mengguyur Bogor beberapa hari ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana Hidrometeorologi.
Mengutip laman BMKG, bencana hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).
Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Ponco Putra Yanto menyebutkan, untuk sekarang ancaman bencana yang berpotensi yaitu Hidrometeorologi. Yaitu ancaman bencana yang diakibatkan oleh faktor cuaca.
Baca Juga : Satpol PP Kota Bogor Bongkar 43 Kios Tak Berizin di Jalan Merdeka
"BPBD Kabupaten Bogor sudah berupaya untuk mengurangi resiko bencana, mitigasi bencana, salah satunya adalah melalui pelatihan, bimtek, dan lain-lain untuk relawan bencana alam. Serta sudah mensosialisasikan kepada masyarakat," ungkap Ponco kepada Ceklissatu.com, Kamis (12/12/2024).
Selain itu lanjutnya, mitigasi bencana juga disampaikan ke pelajar-pelajar melalui satuan pendidikan aman bencana. Lalu ke masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana, yang sudah terbentuk di 111 desa dari 435 desa atau kelurahan di Kabupaten Bogor.
"Dari ribuan sekolah sudah terlaksana SPAB hampir 160-an sekolah yang sudah kita edukasi. Kemudian kita juga mempunyai blueprint penanggulangan bencana, ada kajian resiko bencana, yang tahun ini sudah habis masa berlakunya, saat ini sedang kita buat," terang Ponco.
Selain itu Ponco mengatakan bahwa KRB itu berisi gambaran umum kondisi kebencanaan Kabupaten Bogor. Tempat mana yang sering terjadi bencana, dari berbagai jenis ancaman bencana.
Baca Juga : Ketum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Buka Seminar PON: Gengsi atau Prestasi
"Melihat kondisi kita ada delapan jenis ancaman bencana alam, yang tidak ada itu tsunami, karena kita tidak ada lautan. Semua itu sudah kita upayakan minimalisir, sekarang kita tinggal lihat saja hasilnya," katanya.
BPBD mengimbau masyarakat mengenai siap siaga ancaman bencana yang diakibatkan Hidrometeorologi, terutama curah hujan yang saat ini sedang tinggi.
"Pertama, kita harus waspada. Kita harus memperhatikan sekitar, cari ancaman apa yang ada di sekitar rumah. Misal di tebingan, harus khawatir dengan longsor. Kemudian jika sedang diperjalanan, hindari jalanan yang banyak pohon besar dan rawan tumbang," bebernya.
"Jangan lupa juga selalu menyiapkan tas siaga yang berisi peralatan pribadi untuk tiga hari ke depan di rumah, untuk kesiapsiagaan. Serta tingkatkan kesiapsiagaan dan penyerapan informasi terkait bencana alam dari berbagai platform, pantau juga laman-laman perkiraan dari BMKG, dan lain sebagainya." pungkasnya.
Comment