KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU - Diawal tahun 2025 harga cabai naik melejit tinggi mencapai 50 persen, hal tersebut terpantau di Pasar Tradisional Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Harga cabai dari berbagi jenis cabai mengalami kenaikan mencapai 25 hingga 50 persen salah satu faktor penyebabnya di antaranya yaitu minimnya hasil panen serta perubahan cuaca.
"Kenaikan mencapai 50 persen dari harga awal, saat ini naik meroket sejak tahun baru," ungkap pedagang sayur, Firman.
Baca Juga : Aksi Tawuran Antar Pelajar Viral di Medsos, Warga Cibungbulang Bogor Resah
Menurutnya saat melayani pedagang dirinya kerap kali mendapatkan keluhan dari para pembeli dengan harga cabai mengalami kenaikan.
"Pasti ada keluhan dari para pembeli, bahkan setiap harinya juga ada saja yang ngeluh," tuturnya.
Selain itu lanjutnya, tidak hanya cabai sejumlah harga sayur mayur lainnya seperti tomat, kentang dan bawang harganya ikut naik.
Baca Juga : DPRD Kota Bogor Rumuskan Solusi Untuk Biskita, Ini Hasilnya
"Saya berharap agar harga berangsur normal dan bisa mengurangi beban masyarakat, karena banyan yang ngeluh dengan kenaikan harga cabai," katanya.
Sementara itu, kepala pasar tohaga Leuwiliang, Mulyadi membenarkan harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan 20 sampai 50 persen.
"Iya ada kenaikan harga cabai, faktornya karena dari pasokan suplai dan faktor perubahan cuaca," jelasnya.
Baca Juga : Hari Ketiga Program MBG, Siswa SDN 272 Sukasari Kota Bandung ada yang Tidak Suka Nasi
Ia menyebutkan, saat ini kenaikan harga secara signifikan dibidang komuniti hanya cabai dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.
"Secara signifikan hanya cabai yang naik, meskipun beberapa kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan," katanya.
Ia menghimbau agar masyarakat jangan risau dan resah dengan kenaikan harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya.
"Dengan kenaikan harga tentunya masyarakat agar lebih hemat dan mengelola keuangannya lebih ekstra," pungkasnya.
Comment