JAKARTA, CEKLISSATU - Bentrok etnis antar etnis minoritas Kuki dengan kelompok etnis Meitei di Manipur, India merenggut sedikitnya 55 dan puluhan ribu orang mengungsi.
Bentrokan dimulai pada Rabu 3 Mei 2023 yang terjadi setelah aksi protes yang digelar oleh kelompok etnis minoritas Kuki memicu bentrokan dengan kelompok etnis Meitei yang lebih mayoritas di negara bagian itu, seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin 8 Mei 2023.
Kelompok etnis Meitei yang merupakan komunitas mayoritas Hindu yang kebanyakan tinggal di ibu kota Imphal dan menyumbang lebih dari 50 persen penduduk negara bagian Manipur.
Baca Juga : Polisi Islamabad Bentrok dengan Pendukung Mantan PM Imran Khan
Sedangkan etnis Kuki dan Naga merupakan kelompok minoritas, yang mayoritas beragama Kristen.
Kelompok etnis Kuki dan Naga memiliki status 'Scheduled Tribe' yang memberikan mereka hak kepemilikan tanah dan perbukitan dan hutan setempat.
Status 'Scheduled Tribe' diakui oleh konstitusi dan kelompok etnis maupun suku yang secara resmi untuk memegang status itu menikmati perlindungan tertentu.
"Ini merupakan tindakan afirmatif untuk memastikan komunitas terpinggirkan terwakili dan memberikan reservasi dan kuota di lembaga pendidikan dan pekerjaan pemerintahan," jelas seorang jurnalis setempat, Arunabh Saikia, yang meliput wilayah tersebut.
Dia mengatakan, kelompok Meitei mengklaim mereka terpinggirkan dibandingkan kelompok arus utama lainnya.
Kerusuhan antaretnis pecah di distrik Churachandpur yang banyak ditinggali anggota kelompok suku Kuki, yang menggelar aksi memprotes tututan kelompok Meitei untuk juga ditetapkan berstatus 'Scheduled Tribe'.
"Suku-suku meyakini pemberian status 'Scheduled Tribe' kepada Meitei akan menjadi pelanggaran hak mereka karena mereka mengklaim sebagai bagian populasi yang terpinggirkan, dan bukan Meitei," jelas Saikia kepada Al Jazeera.
Otoritas negara bagian Manipur belum secara resmi merilis jumlah korban tewas dalam kerusuhan antaretnis itu. Namun sejumlah pejabat rumah sakit kota Imphal -- ibu kota negara bagian Manipur -- menuturkan bahwa sedikitnya 55 orang tewas dan sebanyak 260 orang lainnya dirawat di rumah sakit.
Militer India, dalam pernyataan terpisah, menyebut 23.000 warga sipil melarikan diri dari bentrokan yang terjadi, dengan beberapa orang ditampung di pangkalan-pangkalan militer dan garnisun yang ada di negara bagian itu.
Comment