PASURUAN, CEKLISSATU - Banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tak hanya merendam ribuan rumah, namun membuat lima warga terdampak banjir digigit ular.
Beruntung, kelimanya langsung dilarikan ke rumah sakit sehingga nyawanya berhasil diselamatkan.
Hingga Sabtu 12 Februari 2023 sore, dua orang korban gigitan ular sudah diizinkan pulang oleh tim medis karena kondisinya sudah berangsur membaik. Sementara ketiga korban lainnya masih menjalani perawatan medis di RSUD dengan luka di tangan dan kaki.
Dari data BPBD Kabupaten Pasuruan, lima warga yang dipatok ular berasal dari wilayah yang berbeda, yakni Nguling, Grati, Winongan, sampai ada yang dari Malang.
Di Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten setempat, seorang bocah dipatok ular saat tengah bermain. Sementara di Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, seorang pria bernama Yahya dipatok setelah menangkap ular saat hendak membantu evakuasi warga.
Kemudian, ada pula warga yang digigit ular saat sedang kerja bakti. Tak hanya itu, pemotor asal Malang melindas ular dan digigit di kakinya saat banjir di wilayah Kecamatan Winongan.
"Banjir kali ini ada warga digigit ular," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris.
Tim relawan banjir dan BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau agar penduduk terdampak banjir lebih waspada dan hati-hati terhadap ancaman ular dan hewan liar lainnya pada saat banjir.
Meluapnya air Sungai Rejoso menjadi penyebab banjir mengakibatkan habitat tempat tinggal ular juga terendam banjir dan keluar terseret derasnya air.
Sementara itu, banjir yang terjadi sejak Jumat 10 Februari menyebabkan sebanyak 8.672 Kepala Keluarga (KK) yang berada di tiga kecamatan terdampak. Tiga kecamatan tersebut yaitu, di Grati, Winongan, dan Rejoso.
Tak hanya itu, 10 rumah warga juga dilaporkan rusak akibat diterjang banjir.
Comment