Selain itu, kata dia, BMKG juga mengamati keberadaan Bibit Siklon Tropis 96P di Teluk Carpentaria, Australia, yang turut meningkatkan potensi cuaca ekstrem di Papua dan NTT. Faktor lain yang turut memicu cuaca ekstrem meliputi La Niña lemah, Monsun Asia, Seruakan Dingin (*Cold Surge), aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby.  

“Kombinasi fenomena-fenomena ini dapat meningkatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada 2-7 Februari 2025. Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, NTB, NTT, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Jambi,” jelas Dwikorita.  

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Rabu 15 Januari 2025 Jabodetabek Berawan hingga Hujan Ringan

Papua Berpotensi Mengalami Hujan Ekstrem  

BMKG menyoroti wilayah Papua sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian khusus akibat dampak Siklon Tropis 96P dan belokan angin di utara serta selatan Papua. Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V, Yustus Rumakiek, merinci wilayah yang berpotensi mengalami hujan ekstrem pada 2-3 Februari 2025:  

  • 2 Februari: Jayapura, Sarmi, Mamberamo Raya, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Nabire, Mimika, Puncak, Puncak Jaya, Tolikara, Yalimo, Pegunungan Bintang, Asmat, Mappi, Merauke, Sorong Selatan, Manokwari, Manokwari Selatan, Fakfak, dan Teluk Bintuni.  
    - 3 Februari: Sarmi, Biak Numfor, Waropen, Nabire, Puncak, Mimika, Yahukimo, Asmat, Mappi, Boven Digoel, Merauke, Sorong Selatan, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.  

Gelombang Tinggi Ancam Perairan Indonesia