Menurut tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine, konsumsi jahe dapat membantu menurunkan intensitas nyeri haid karena memiliki sifat antiinflamasi alami. Beberapa penelitian bahkan menemukan efektivitas jahe yang sebanding dengan obat pereda nyeri tertentu untuk kasus nyeri haid ringan hingga sedang.
Teh jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk minuman hangat dengan cara menyeduh atau merebus irisan jahe segar dalam air panas. Selain membantu meredakan kram, minuman hangat juga dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh.
3. Melakukan Child's Pose Selama Lima Menit
Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot selama menstruasi. Salah satu gerakan yang banyak direkomendasikan adalah child's pose atau posisi janur dalam yoga.
Baca Juga: Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025
Gerakan ini dilakukan dengan duduk bertumpu pada lutut, kemudian membungkukkan tubuh ke depan hingga dada mendekati paha sambil merentangkan tangan ke depan. Posisi tersebut membantu meregangkan otot punggung bawah, pinggul, dan area perut yang sering terasa tegang saat menstruasi.
Menurut para instruktur yoga dan sejumlah penelitian mengenai yoga untuk kesehatan reproduksi, melakukan child's pose selama sekitar lima menit dapat membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat kram menstruasi.
Meski berbagai metode alami dapat membantu mengurangi nyeri haid, para ahli mengingatkan bahwa nyeri yang sangat hebat atau mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak diabaikan. Menurut Mayo Clinic, nyeri menstruasi yang terjadi secara berlebihan dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti endometriosis atau miom rahim. Oleh karena itu, pemeriksaan ke tenaga kesehatan perlu dilakukan apabila nyeri haid terasa tidak biasa atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Siti Balqis Sari Manah
Comment