BOGOR, CEKLISSATU - Selada air atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Nasturtium Officinale yang selama ini dikenal sebagai sayuran kaya akan nutrisi dan menyegarkan. Teksturnya sangat renyah dan rasa sedikit pedas membuatnya sering dijadikan bahan salad atau lalapan pada menu masakan Indonesia. Namun, di balik kesegarannya, ada resiko yang mengintai, yaitu pertumbuhan infeksi bakteri yang dapat mengubahnya menjadi sayuran yang terkotaminasi bakteri siput zombie.
Istilah "zombie" di sini merepersentasikan hewan melata siput yang terinfeksi bakteri dan meunlarkan bakteri tersebut ke sayuran-sayuran yang dimana habitat siput berada di perkebunan atau sawah, salah satunya pada selada air yang jika terkontaminasi dan tidak dibersihkan secara bijak pada saat ingin mengkonsumsinya maka akan terjadi transit bakteri ke organ dalam tubuh. Bakteri dengan nama Xanthomonas Nasturtii merupakan spesies baru dalam genus Xanthomonas yang sebelumnya belum pernah dikarakterisasi.
Baca Juga: Daging Kurban Disimpan Sembarangan? Pakar Ingatkan Risiko Bakteri hingga Kualitas Daging Menurun
Penelitian menunjukkan bahwa bakteri ini menyebabkan gejala khas pada daun selada air, berupa bercak berbentuk V berwarna kuning dengan urat daun yang menghitam dan bagian tengah yang nekrotik (mati). Penting untuk ditekankan bahwa Xanthomonas nasturtii adalah patogen tanaman, bukan patogen manusia. Artinya, bakteri ini menginfeksi tanaman selada air, bukan manusia. Namun bukan berarti kelalaian akan mengkonsumsi selada air dapat terjadi. Selalu pastikan sayur-sayuran bersih pada saat proses memasak. Terlebih sayuran yang dikonsumsi tanpa terkena paparan suhu panas kompor atau biasa dikonsumsi sebagai salad atau lalapan.
Meskipun bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia secara langsung, infeksi pada tanaman dapat menurunkan kualitas selada air dan membuka peluang bagi kontaminasi mikroorganisme lain. Karena selada air biasanya dikonsumsi segar, kebersihan dan kewaspadaan dalam memilih dan mencuci sayuran menjadi sangat penting.
Ade Pramitha
Comment