MANILA, CEKLISSATU - Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr, salah satu calon Presiden Filipina, unggul dalam quick count atau hitung cepat pemilihan presiden (Pilpres) pada Senin 8 Mei 2022.
Dilansir AFP, berdasarkan penghitungan awal, jumlah suara untuk anak mantan diktator Ferdinand Marcos itu jauh di atas saingan terdekatnya, Wakil Presiden Leni Robredo.
Marcos Jr telah mengantongi lebih dari 90 persen atau hampir 30 juta suara, lebih dari dua kali lipat dari jumlah suara untuk Robredo yang merupakan mantan pengacara HAM. Namun, hasil resmi Hasil resmi baru akan diumumkan akhir bulan mendatang.
Kemenangan Marcos Jr menandai kembalinya trah mantan diktator, Marcos yang terguling puluhan tahun lalu.
Marcos melarikan diri ke pengasingan di Hawaii bersama keluarganya selama pemberontakan kekuatan rakyat pada tahun 1986 yang mengakhiri kekuasaan otokratis ayahnya selama 20 tahun. Dia telah bertugas di kongres dan senat sejak kembali ke Filipina pada 1991.
Sementara itu, Marcos menolak untuk merayakan kemenangannya, sebaliknya menawarkan apa yang dia sebut sebagai pernyataan terima kasih.
"Ada ribuan dari Anda di luar sana, sukarelawan, kelompok paralel, pemimpin politik yang telah memberikan dukungan mereka kepada kami karena keyakinan kami pada pesan persatuan kami," papar dia, berdiri di samping bendera nasional, dalam sambutan yang disiarkan di Facebook.
Analis politik mengatakan kepemimpinannya nanti tidak mungkin mampu mempersatukan seluruh elemen masyarakat Filipina, yang menjadi jargon Marcos saat berkampanye.
Apalagi, ribuan penentang Marcos senior menderita penganiayaan selama era darurat militer tahun 1972-1981. Nama keluarga itu identik dengan penjarahan, kronisme, dan kehidupan mewah, dengan miliaran dolar kekayaan negara menghilang.
Namun, keluarga Marcos telah membantah melakukan kesalahan dan banyak pendukungnya, blogger dan influencer media sosial mengatakan akun historis terdistorsi.
Kelompok hak asasi manusia Karapatan meminta warga Filipina menolak kepresidenan Marcos yang baru. Menurut Karapatan, kemenangan Marcos dibangun di atas kebohongan dan disinformasi untuk menghilangkan bau citra menjijikkan Marcos.
"Marcos Jr belum secara terbuka mengakui kejahatan ayah dan peran keluarganya, sebagai penerima manfaat langsung," ujar pernyataan Karapatan.
"Marcos Jr terus meludahi kuburan dan penderitaan yang dialami semua korban darurat militer Marcos dengan berpura-pura tidak tahu tentang banyak kekejaman yang terdokumentasi," tambah Karapatan.
Comment