BOGOR, CEKLISSATU – Polisi memastikan senjata yang digunakan dalam penembakan terhadap pria berinisial TH (45) di Pasar Mawar Kota Bogor merupakan senjata ilegal.

Namun, jenis dan keaslian senjata tersebut masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Laboratorium Forensik (Labfor), guna memastikan apakah merupakan senjata rakitan atau bukan.  

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo mengatakan, dari bentuk fisiknya, senjata api yang digunakan pelaku utama B alias PK menyerupai pistol jenis FN.

Namun, untuk memastikan spesifikasi dan asal-usulnya, pihaknya masih menunggu hasil uji balistik dari Labfor.  

Baca Juga: Penembakan di Pasar Mawar Bermula dari Masalah ini, Begini Kronologinya

"Kita masih perlu memastikan jenis senjatanya. Kalau dari bentuknya, mirip FN, tapi untuk kepastiannya, kami butuh hasil pemeriksaan Labfor guna mengetahui apakah ini senjata rakitan atau bukan. Yang jelas, ini senjata ilegal," ujar Kombes Pol Eko dalam konferensi pers di Aula Mapolresta Bogor Kota, Selasa (4/2/2025).  

Senjata tersebut digunakan untuk menembak korban sebanyak tiga kali dari jarak dekat. Hasil autopsi menunjukkan proyektil peluru menembus dada kiri hingga ke belakang, serta mengenai bagian pinggul dan paha kiri korban.  

Berdasarkan keterangan saksi, terdengar lima kali suara tembakan saat kejadian. Namun, hasil visum hanya menunjukkan tiga luka tembak.  

Baca Juga: Warga Ditembak OTK di Pasar Mawar, Polresta Bogor Kota Segera Bentuk Tim Khusus

Selain B alias PK sebagai eksekutor, tiga tersangka lainnya, yakni M, N, dan T, turut ditangkap karena terlibat dalam pemukulan dan membantu pelarian pelaku. Sementara itu, dua orang lainnya berstatus buron atau DPO dengan inisial D dan H, yang diduga sebagai aktor intelektual dalam kasus ini.  

"Keempat pelaku ini sempat melarikan diri ke beberapa lokasi, termasuk Jakarta, sebelum akhirnya kami tangkap di Gunung Putri. Kami juga masih memburu dua DPO yang terlibat dalam perencanaan hingga pelarian," tambahnya.  

Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan kepemilikan senjata ilegal ini serta memastikan motif utama di balik aksi penembakan tersebut.