CIANJUR, CEKLISSATU - Warga terdampak musibah gempa bumi di Kampung Baru Kaso, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur kini membutuhkan pasokam bantuan air bersih.

Pasalnya, gempa yang berpusat di Kabupaten Cianjur berkekuatan magnitudo 5,6 itu tak hanya menghancurkan bangunan sekolah maupun rumah, namun juga berimbas pipa saluran air dan sejumlah mata air di wilayah tersebut. 

Salah satu warga yang mngungsi bernama Entin (58) mengaku para pengungsi selama ini hanya mengandalkan air bersih dari satu pipa yang tersisa. 

"Kami hanya mengandalkan air yang mengalir di satu pipa kecil. Pipa lainnya rusak karena dari sumbernya di atas tertimbun longsor akibat gempa," ucapnya pada Rabu, 23 November 2022. 

Saat ini, para pengungsi terpaksa harus bergantian untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan minum dan mencuci. "Ya harus gantian. Air juga kadang suka ngalir kecil. Itu biasanya di atas ada yang pakai juga," ungkapnya.

Senada, Hasnah (51) mengatakan sampai hari ini belum ada bantuan sarana air bersih, sehingga dirinya pun kesulitan untuk memasak air, mencuci pakaian dan mandi. 

Baca Juga : Cegah Keluarga Miskin Baru, Menko PMK Berharap PHK Jadi Jalan Terakhir

"Ada sumur umum buat mandi sama buang air besar (BAB), tapi jaraknya jauh ada di bawah. Aksesnya juga sulit dijangkau. Jadi kalau malem itu ga ada yang berani kesana," ujarnya.

Selain sulit dijangkau, warga juga harus antre untuk membersihkan badan dan buang air besar, sebab sumur itu dimanfaatkan hampir oleh satu kampung yang kini tinggal di tenda pengungsian. 

"Sekarang tim relawan sedang bikin WC umum, tapi yang jadi kendalanya ga ada sumber airnya," jelasnya.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cugenang, Asep Arya menuturkan bahwa desa di Kecamatan Cugenang yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa yakni di Sukamulya, Cirumput, dan Desa Benjol.

"Kalau untuk Desa Sukamulya dampak paling parah di Kampung Baru Kaso, RW 05 dan RW 04. Apalagi di RW 04 ini, dari total 152 unit, yang masih berdiri hanya 15 rumah. Itu pun sudah tidak layak huni karena mengalami retak," jelasnya.

"Selebihnya rusak parah hingga rata dengan tanah. Dan lebih dari 100 orang luka berat hingga ringan. Bahkan ada 5 orang meninggal dunia," sambung Asep yang juga warga Kampung Baru Kaso.

Masih kata Asep, seluruh warga di Kampung Kaso saat ini sudah mengungsi baik secara mandiri maupun di tenda pengungsian yang didirikan oleh pemerintah melalui relawan. 

"190 KK yang mengungsi di kampung ini yang mengungsi. Hanya saja saat ini para pengungsi membutuhkan WC darurat, lampu penerangan, air bersih, dan petugas medis," imbuhnya.

Hingga kini, penanganan korban gempa dan penyaluran bantuan logistik di kampung ini tergolong telat karena lokasinya berada daerah paling ujung dan di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. "Penanganan dan penyaluran bantuan itu terhambat di bawah,"katanya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS