KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Keputusan sepihak Sekolah Amalia menutup saluran gorong-gorong dengan coran semen berujung petaka bagi warga. Sabtu (9/8/2025) sore, RT 02 dan RT 04 RW 08 Kampung Sarimulya, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, terendanm banjir parah hingga lutut bahkan sedada orang dewasa. 

Warga marah dan menuding langkah ceroboh pihak sekolah sebagai penyebab utama musibah ini.

Air mulaai menggenang sekitar pukul 16.00 WIB dan baru benar-benar surut tiga jam kemudian di RT 02 ketinggian air mencapai lutut, sedangkan di RT 04 air menggenang sampai dada, puluhan rumah terendam, barang-barang rumah tangga rusak, dan aktivitas warga lumpuh total.

Baca Juga: Fenomena Bulan Purnama Picu Banjir Rob, Warga Pesisir DKI Diimbau Waspada

(H), warga yang enggan disebutkanm namanya itu sudah 10 tahun tinggal di Sarimulya, tak bisa menutupi kekecewaannya.

“Ini banjir paling parah sepanjang saya tinggal di sini, sebelumnya paling tinggi cuma semata kaki dan langsung surut. Tapi sekarang? Udah berjam-jam nggak surut gara-gara gorong-gorong ditutup semen sama pihak Sekolah Amalia,” ucapnya saat diwawancarai Ceklissatu.com.

Ia mengatakan pengecoran gorong-gorong dilakukan sebulan lalu, tanpa musyawarah dengan warga.

IMG-20250809-WA0083.webp

“Nggak ada sosialisasi sama sekali, saya dan tetangga nggak pernah diajak bicara, tiba-tiba saja ditutup,saya bahkan sudah khawatir bakal banjir, dan ternyata benar,” ujarnya geram.

Ia mendesak pihak sekolah segera memperbaiki jalur air dan memberikan ganti rugi.

“Perbaiki lagi alirannya dan ganti rugi kerugian warga, barang di rumah banyak yang rusak gara-gara air ini,” kata dia.

Nada serupa disampaikan Saefulloh (52), warga lainnya yang rumahnya untuk pertama kali kemasukan air.

“Iya ini parah banget, sebelumnya mah nggak pernah sampai banjir segini, titik masalahnya jelas dari gorong-gorong yang dicor, pihak sekolah nggak pernah musyawarah sama warga, paling cuma ngobrol sama RT/RW,” ungkapnya.

Bagi warga Sarimulya, banjir kali ini menjadi bukti nyata bahwa penutupan saluran air tanpa kajian dan persetujuan warga adalah tindakan ceroboh yang merugikan, mereka menuntut pihak Sekolah Amalia segera bertanggung jawab sebelum bencana serupa terulang.