BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan program prioritas di sektor kesehatan dan pendidikan tetap berjalan meski  mengalami pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp622,9 miliar. 

Pemkab Bogor menegaskan, TKD dipangkas tidak akan menghambat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat.

Pemkab Bogor memastikan sejumlah program prioritas, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, akan tetap berjalan.

Baca Juga: DPRD Jabar Siapkan Revisi Perda Pajak Daerah, Imbas Pemangkasan Dana Bagi Hasil Rp2,4 Triliun

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, bahwa pemangkasan TKD tidak hanya terjadi di Bogor, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia.

"Memang ada dana transfer yang berkurang di daerah seluruhnya se-Indonesia, seperti yang disampaikan Pak Bupati, hitungannya nanti akan pendapatan kita itu berkurang dari TKD kurang lebih Rp623 miliar. Jadi nanti akan ada struktur anggaran kita sedikit berbeda," ujar Ajat, Senin (20/10/25).

Ajat menegaskan, Pemkab Bogor akan tetap memprioritaskan program yang menyentuh langsung masyarakat, meskipun dengan keterbatasan anggaran.

Baca Juga: Tidak Ikut Protes Pemangkasan Dana Pusat Rp2,45 T, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Beberkan Alasannya

"Oleh karena itu, skala prioritas yang kita dorong untuk dana transfer yang berkurang ini menjadi prioritas kita. Tentunya kesehatan harus menjadi prioritas, di mana kondisinya TKD itu berkurang," kata dia.

Ia juga menambahkan, situasi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif  dalam mencari solusi pendanaan.

"Maka kita dituntut untuk kreatif, inovatif, mengembangkan komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat. Apa yang kita lakukan tentunya mendukung Asta Cita Pak Presiden, kalau misalnya arahnya ke sana, saya kira TKD kita bisa kita sikapi bersama-sama," jelas Ajat.

Baca Juga: Yakin Pramono Mampu Hadapi Tantangan Pemotongan DBH, Fahira Idris Sampaikan 4 Rekomendasi

Terkait program Universal Health Coverage (UHC) yang ditargetkan mencapai 100 persen, Ajat memastikan program tersebut tidak akan terganggu meskipun terjadi pemangkasan TKD.

"Jadi itu menjadi prioritas. UHC 100 persen itu sudah janji Pak Bupati, itu yang menjadi prioritas kita, walaupun dana transfer kita berkurang, tapi itu tetap jadi prioritas," tegasnya.

Namun, Ajat mengakui bahwa beberapa program pembangunan Pemkab Bogor akan mengalami penyesuaian.

Baca Juga: Tugu Pancakarsa Kian Ikonik, Kujang Raksasa Siap Hiasi Bagian Atas, Telan Dana Rp 1 M

"Tentunya semua akan ada dampak. Makanya dalam penyusunan ke depan untuk 2026, skala prioritas itu menjadi penting, tetap kita menginginkan adanya perbaikan di kesehatan, pendidikan, dan pembangunan dari desa juga dikedepankan. Infrastruktur di desa itu sendiri yang jadi prioritas kita," pungkasnya.