KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Pemerintah Republik Indonesia akan memperluas program percontohan atau piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke 40 kabupaten dan kota pada tahun 2026, salah satunya Kabupaten Bogor. Upaya ini guna memerangi kemiskinan dan meningkatkan akurasi penyaluran.

Hal tersebut disampaikan, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, dalam sosialisasi piloting digitalisasi bantuan sosial dan peran pemerintah daerah, di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal menghadiri acara tersebut. 

Baca Juga: Kwarcab Pramuka dan Diskominfo Kabupaten Bogor Sosialisasikan KOMTI 2026, Perkuat Transformasi Digital

Pemilihan Kabupaten Bogor menjadi daerah piloting, menjadi langkah strategis menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan infrastruktur digital publik atau Digital Public Infrastructure (DPI).

Wamendagri, Ribka Haluk menegaskan, dukungan tersebut sangat krusial guna meminimalkan potensi salah sasaran dalam distribusi bansos. 

Ribka Haluk menegaskan, penyaluran bansos yang akurat sejalan dengan visi Ascita keenam, yaitu pemberantasan kemiskinan.

Baca Juga: Diskominfo Kabupaten Bogor Hadirkan Layanan Digital, Edukasi Kegawatdaruratan 112 hingga Wifi Publik di CFD

“Kami juga harapkan dukungan kepala daerah meminimalkan potensi salah sasaran dalam penyaluran bansos,” ucap Ribka Haluk.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pemerintah mempercepat digitalisasi bansos sebagai bagian dari transformasi GovTech guna memastikan penyaluran bantuan semakin tepat sasaran, transparan, dan berbasis data.

“Kalau datanya benar, kita bisa menyusun strategi yang tepat. Kita tidak perlu lagi menebak-nebak atau menutup mata terhadap angka yang sebenarnya,” jelas Luhut.

Baca Juga: Integrasi Layanan Berbasis SPLP, Diskominfo Kabupaten Bogor Dorong Percepatan Transformasi Digital

Selain itu lanjut Luhut, digitalisasi bansos akan menjadi game changer dalam tata kelola pemerintahan karena seluruh proses berbasis data dan kecerdasan buatan (AI). 

Dengan sistem ini, berbagai indikator penting seperti kondisi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga efektivitas subsidi dapat dipantau secara lebih akurat dan real time.

Senada, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menerangkan, transformasi bangsa harus diawali dari transformasi data, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). 

Baca Juga: Pemkab Bogor Raih Penghargaan Digital Transformation Governance Index Dari UGM, Tingkatkan Layanan Publik

Menurut Mensos, Presiden Prabowo Subianto ingin kebijakan berbasis bukti, dari data yang terbuka dan terverifikasi, kita bisa memperbaiki ketepatan sasaran bansos secara signifikan.

“Tidak boleh lagi ada data versi masing-masing. Semua harus satu data. BPS menjadi pengelola data secara ilmiah, sementara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib membantu pemutakhiran,” terangnya.

Ia menuturkan, Presiden telah memberikan arahan tegas agar seluruh kebijakan sosial berbasis data yang akurat atau evidence-based policy. 

Baca Juga: Kolaborasi Bidang Informasi Komunikasi Publik, Diskominfo Kabupaten Bogor Gandeng Badan Informasi Geospasial

Arahan itu kemudian ditindaklanjuti melalui penerapan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai satu-satunya rujukan nasional, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

“Kunci dari seluruh proses ini adalah keterbukaan dan kolaborasi lintas sektor, serta meninggalkan ego sektoral, terutama dalam pengelolaan data. Kalau kita mau transformasi bangsa, kita harus berani memulai dari transformasi data,” pungkas Saifullah Yusuf.

Dalam giat tersebut hadir pula Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial;

Baca Juga: PWI Jaya Mandiri Gelar MHT Award 2025,  Tanpa Dukungan Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Menteri PANRB, Kepala BPS RI, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).