Diapun menilai kebijakan jam masuk perlu disesuaikan dengan kurikulum nasional yang menetapkan jam belajar hingga sore.
“Saya pas jadi bupati, jam paginya malah jam 06.00 WIB, sekarang sudah 06.30 WIB. Termasuk saya dulu yang pertama membuat kebijakan sampai Jumat,” jelasnya.
“Yang harus dihitung sekarang adalah ini kan kurikulumnya nasional, jam pelajarannya sampai sore, ini yang harus jadi bahan pikiran kita,” sambung dia.
Sementara itu, Dedi Mulyadi masih menekankan banyaknya kondisi SD dan SMP yang tidak layak. Ia mendorong para bupati dan wali kota untuk memprioritaskan anggaran pada pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan, sekolah, dan layanan kesehatan.
Baca Juga: Leupeut Bogor Diresmikan Wali Kota Bogor, Bentuk Ekosistem Kolaborasi
“Tapi yang jadi problem adalah sekolah SD dan SMP banyak yang nggak layak. Ini fokus para bupati dan wali kota ke depan agar alokasi anggarannya diarahkan pada tiga hal, pertama membangun jalan, membangun sekolah dan layanan kesehatan,” pungkasnya.
Comment