"Program ini tidak hanya menciptakan manfaat ekonomi melalui pariwisata, tetapi juga menjadi komitmen nyata dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup," bebernya.
Sekda Kabupaten Bogor juga menekankan bahwa pembangunan kawasan ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi bagaimana menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat konservasi alam, demi generasi mendatang.
Kemudian, Direktur Perencanaan Konservasi, Ahmad Munawir menjelaskan, bahwa rencana kerja sama pembangunan sembilan ruas jalan yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
"Ini merupakan langkah penting dan strategis, mengingat ini adalah pertama kalinya kami menerima usulan kerja sama untuk sembilan ruas jalan sekaligus dalam satu usulan, yang tentu membutuhkan telaah teknis dan administratif secara menyeluruh," terangnya.

"Perlu kami sampaikan bahwa sebagian besar ruas jalan tersebut sudah eksisting sejak sebelum perluasan kawasan taman nasional pada tahun 2003–2004. Saat itu, kawasan Halimun yang awalnya seluas 40.000 hektare diperluas menjadi 116.000 hektare, hingga akhirnya ditetapkan menjadi sekitar 87.000 hektare," bebernya.
Baca Juga: Sentuhan Hangat Pemkab Bogor di Kampung Cimaraca Jasinga, Masjid Al-Muhajirin Segera Direhabilitasi
Banyak infrastruktur publik yang sudah ada sebelumnya kini berada dalam kawasan konservasi, termasuk jalan-jalan yang diusulkan untuk kerja sama ini.
Comment