Sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa. Program ini menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput dengan perputaran uang di desa mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun. 

Kemudian program Gotasmil (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dan Ibu Hamil KEK) dengan menggerakkan kepedulian lintas elemen mulai dari pelaku usaha hingga pejabat pemerintahan untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi ibu hamil berisiko melalui partisipasi langsung dan sukarela.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Apresiasi Giat Bakti Sosial TNI AL di Bojong Koneng, Sunatan Massal hingga Tanam Pohon

Lalu ada Beasiswa Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan pendidikan bagi 1.200 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan S1 sebagai investasi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan.

Selanjutnya, program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin, melalui dukungan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan di sektor perikanan dan peternakan, program ini membantu masyarakat miskin agar mampu mandiri dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

Dan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Melalui Pokmas, dengan memberikan hunian layak bagi korban bencana melalui mekanisme swakelola tipe IV, dimana masyarakat sendiri terlibat langsung dalam proses pembangunan. 

Baca Juga: Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Hadiri Ground Breaking Koperasi Desa Merah Putih di Desa Waru Parung

Selain menciptakan lapangan kerja, program ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan gotong royong antarwarga.