Di tempat yang sama, Stafsus Menkop Bidang Pembiayaan, Rudi Wijaya, mengungkapkan, KKMP Bantarjati juga diharapkan bisa menjadi penghubung seluruh koperasi di Kota Bogor.

“Kita butuh semua koperasi yang terdigitalisasi. Kita bisa memantau terkait kebutuhan koperasi, keanggotaan, simpanan, dan kegiatan perekonomian di semua koperasi,” ujarnya.

Tak hanya untuk Kota Bogor, lanjut Rudi Wijaya, KKMP Bantarjati bisa menjadi contoh nasional, terutama terkait inovasi dan kemandirian koperasi yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: 68 Pengawas Koperasi Merah Putih se-Kota Bogor Dapat Pembekalan Tata Kelola, Dedie Rachim Sampaikan Ini

“Jadi semua harus kreatif, dan harapan kita, koperasi ini bisa berjalan dengan baik serta menumbuhkan kesejahteraan bagi masyarakat,” bebernya.

Di dalam KKMP Bantarjati tersedia berbagai kebutuhan pokok yang dijual, jasa simpan pinjam, hingga layanan transaksi yang sudah berbasis digital.

Ketua KKMP Bantarjati, Sopian, mengatakan berdirinya koperasi ini juga untuk memicu minat masyarakat dalam berkoperasi, khususnya di Bantarjati.