BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kota Bogor terus menyiapkan penataan terpadu kawasan Jalan Merdeka, Jalan Semeru, Jalan M.A. Salmun hingga Jalan Perintis Kemerdekaan.
Program tersebut dilakukan bersamaan dengan penyelesaian pembangunan Pasar Merdeka sebagai upaya menghidupkan kembali pusat aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan salah satu langkah yang sedang dikaji adalah perubahan arus lalu lintas dari arah RSUD Kota Bogor menuju Jembatan Merah agar kendaraan tidak lagi harus berbelok ke Jalan Mawar.
"Kami sedang mengkaji perubahan arus lalu lintas. Dari RSUD nanti kendaraan bisa langsung menuju Jembatan Merah tanpa harus berbelok ke Jalan Mawar. Harapannya Jalan Semeru yang selama ini kurang berkembang bisa kembali hidup dan akses menuju stasiun menjadi lebih cepat," kata Dedie saat meninjau pembangunan Pasar Merdeka, Kamis (6/8/2026).
Selain penataan lalu lintas, kawasan Terminal Merdeka juga akan difungsikan sebagai area parkir.
Sementara itu, area tertentu disiapkan untuk pedagang onderdil, perbengkelan, serta pedagang pisang yang akan ditempatkan di lantai dasar.
Baca Juga: Pembongkaran Kios di Jalan Merdeka. DPRD Kota Bogor Cari Solusi Tepat Bagi Pedagang
Di sisi lain, Pemkot Bogor juga tengah mengkaji penataan pedagang kaki lima (PKL), termasuk kemungkinan penerapan zona PKL terbatas di kawasan Air Mancur pada jam-jam tertentu.
"Pemerintah kota harus memikirkan masyarakat menengah ke bawah juga. Ada usulan kawasan Air Mancur menjadi zona PKL terbatas pada malam hingga subuh, tetapi mekanismenya masih dikaji sebagai bagian dari penataan secara menyeluruh," ujarnya.
Dedie menegaskan penataan kota dilakukan secara bertahap agar tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Merdeka Mulai Digarap, Perumda PPJ Kota Bogor Pindahkan Pedagang ke TPS
Pemerintah juga akan memberikan berbagai insentif kepada pedagang yang direlokasi ke pasar baru.
"Saya minta kepada pengembang dan Perumda PPJ agar memberikan kelonggaran kepada pedagang sampai mereka benar-benar bisa beradaptasi. Seperti di Pasar Jambu Dua, pedagang kuliner diberikan tarif yang sangat terjangkau pada masa awal agar usaha mereka bisa berkembang," katanya.
Comment