"Kita dorong agar desa-desa lainnya ikut berinovasi menciptakan identitas batik lokalnya. Sehingga lahir semangat kompetisi yang sehat, bukan untuk menjatuhkan, tapi saling membangun," tegasnya.
Senada, Ketua Panitia Hari Jadi Bogor ke-543, Yudi Santosa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang turut andil dalam memajukan potensi UMKM dan batik lokal.
Khususnya, kepada Forum UMKM dan Manajemen Atiro yang memberikan ruang ekspresi bagi Batik Kemang, serta peran komunitas kreatif Pakuan yang terus mendorong semangat memajukan produk lokal.
"Hari ini kita menyaksikan semangat itu hadir nyata. Dari Batik Kemang, kami berharap akan tumbuh kampung-kampung batik di seluruh 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor,” terang Yudi.
Ditempat yang sama, Rektor Universitas Pakuan Bogor, Didik Notosudjono menambahkan, Batik Kemang kini tidak hanya unggul dalam nilai budaya dan ekonomi, tapi juga menjadi pionir dalam penerapan teknologi ramah lingkungan.
“Dengan kolaborasi pentaholik yang melibatkan kami akademisi, tentunya kami siap terus menjadi mitra strategis untuk mendukung produk lokal yang berdaya saing,” ucapnya.
Comment