Sementara itu, Ketua Pengrajin Bambu Indonesia, Aki Jatnika mengatakan, terkait nilai ekologi itu satu batang bambu menghasilkan oksigen 1,2 kg untuk bernafas dua orang. 

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto: Penataan Puncak sebagai Wajah Kabupaten Bogor Harus Dilakukan Cepat dan Gotong Royong

"Kalau satu rumpun isinya 500 batang, berarti untuk bernafas 1.000 orang. 1000 orang kalau di rumah sakit itu 1 juta, sama dengan 1 miliar. Nanam satu bambu, biayanya hanya 100 ribu, tapi sodaqoh nya satu hari satu miliar satu rumpun," ucap Aki Jatnika kepada ceklissatu.com.

Ia juga menyampaikan, makanan pokok manusia itu sebetulnya bukan nasi, melainkan oksigen.

"Tidak makan, tidak minum, puasa 12 jam. Kalau tidak nafas 1 jam kuat ga? Itu menentukan nilai ekologi," jelasnya.

Aki Jatnika menilai, Bambu juga bisa menjernikan air, menjernihkan Udara. Ia menyontohkan, di tempatnya dulu belum ditanam bambu, lima meter keluar airnya berkarat. 

Baca Juga: Tinjau Proyek Gorong-gorong Cileungsi-Cibeet, Ketua DPRD Bogor: Dorong Koordinasi Antarinstansi Atasi Banjir

"Begitu ditanam bambu air sedimennya 0,3. Aqua saja 0,7, kita 0,3 boleh diminum langsung. Kemudian bambu bisa menahan tebing dari longsor," beber Aki Jatnika.