Kepada para ASN, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa sebagai pelayan masyarakat mereka harus benar-benar menjaga kondisi kesehatan. Edukasi tentang pola hidup sehat juga harus dimaknai dengan sungguh-sungguh.

“Mengatur ritme pikiran kita agar tetap fresh dan mengurangi stres. Tetap senang dan bahagia menjalani aktivitas,” tuturnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan bahwa menjaga kesehatan bagi ASN sudah sepatutnya dilakukan.

“Kita harus menerapkan pola hidup sehat mulai dari diri kita sendiri,” tegas Denny Mulyadi.

Menambahkan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan bahwa aksi Germas tahun ini mengusung tema "Komitmen Bersama: Bogor Sehat, Bugar, dan Produktif".

Baca Juga: Waspadai Hepatitis Akut, Tingkatkan PHBS dan Galakan Germas

Tema ini sesuai dengan arahan pemerintah bahwa seluruh masyarakat, termasuk ASN, harus menjaga pola hidup sehat. Apalagi saat ini Kota Bogor masih dihadapkan dengan tingginya angka Penyakit Tidak Menular (PTM).

“PTM ini ternyata menyumbang angka kematian tertinggi, bukan hanya di tingkat global dan nasional, tetapi juga di Kota Bogor. WHO mencatat bahwa 74 persen kematian disebabkan oleh PTM,” ungkap Retno.

Lebih lanjut, Sri Nowo Retno menjelaskan bahwa PTM mencakup penyakit seperti stroke, jantung, kardiovaskuler, hipertensi, diabetes, dan kanker. Ia juga menambahkan bahwa PTM menjadi penyumbang pembiayaan kesehatan terbesar.