FPRB Kabupaten Bogor, lanjut Witoro, terdiri dari lima unsur utama: unsur pemerintahan, relawan, media, pengusaha, dan akademisi. Dalam praktiknya, forum ini menjalin sinergi dengan BPBD Kabupaten Bogor, BNPB, serta jejaring relawan kebencanaan nasional.
Selain kegiatan lapangan, FPRB juga memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang jatuh setiap Oktober. Peringatan ini dijadikan momentum untuk memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.
Baca Juga: Kapolsek Megamendung Berikan Wejangan ke Pelaku Curanmor, Ingatkan Tidak Mengulangi Perbuatannya
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar membersihkan sungai, tapi juga menanamkan semangat kolektif menjaga lingkungan dan mencegah bencana. Harapan kami, Kecamatan Megamendung bisa segera membentuk FPRB sendiri agar upaya pengurangan risiko bencana lebih sistematis dan berkelanjutan,” ujar Witoro.
Sedikitnya 40 karung sampah berhasil diangkut dari Sungai Ciliwung di sekitar Bendung Cibalok. Selain persoalan sampah dan lingkungan menyelamatkan kali Ciliwung juga menjauhkan resiko bencana alam saat cuaca ekstrem baik itu banjir dan longsor.
(Acep Mulyana)
Comment