Seperti diungkapkan seniman dan budayawan Abah Ukam, tidak boleh lagi ada saluran pembuangan kotoran rumah tangga yang mengarah ke sungai.

"Kali Ciliwung bukan septic tank, itu namanya menghina sungai yang telah menghidupi kita ribuan tahun, di sini air bebas digunakan untuk irigasi pertanian, memasak, dan bebersih masuk PDAM jadi bayar," tambah Abah Ukam.

Baca Juga: Puncak Haji Dimulai, Puan Maharani Ingatkan Penyelenggara Beri Layanan Terbaik Bagi Jemaah

Ketua FPRB Kabupaten Bogor, Witoro, menyampaikan pentingnya kegiatan semacam ini dalam mendukung program mitigasi bencana. “Program pemutusan sampah di lingkungan sungai seperti ini adalah bagian penting dari mitigasi bencana. Ksmi juga rutin melakukan penanaman pohon sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim yang berdampak langsung terhadap kelestarian alam, suplai oksigen, dan kehidupan masyarakat,” ungkap Witoro.