Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR juga menyoroti penyempitan aliran sungai akibat pembangunan rumah yang terlalu dekat dengan sempadan sungai. Ia menegaskan bahwa sesuai regulasi, lebar sempadan harus dijaga sesuai ketentuan tergantung kondisi bertanggul atau tidak bertanggulnya sungai.
Baca Juga: Pemkab Bogor Dukung Pengadilan Agama Cibinong Dekatkan Pelayanan Melalui Inovasi Jemput Asa
“Kalau sungainya tidak bertanggul, sempadannya bisa sampai 15 meter. Itu untuk jalur pemeliharaan dan alat berat. Kalau sudah dibangun rumah, kita tidak bisa masuk lagi,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat menyadari pentingnya menjaga sempadan sungai agar proses normalisasi dan pemeliharaan tidak terhambat.
Mengingat kompleksitas persoalan dan kebutuhan anggaran besar, Dinas PUPR merencanakan agar tahun ini dilakukan perencanaan teknis untuk menjadi dasar pelaksanaan pada tahun anggaran 2026. Suryanto juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam proses pelaksanaan, terutama karena banyak lahan yang akan dilalui alat berat merupakan milik pribadi.
“Kalau nanti mau dilaksanakan, masyarakat harus bersedia memberikan akses ke lahannya. Kalau tidak, alat berat tidak bisa masuk,” katanya.
Camat Dita menambahkan bahwa pihak kecamatan bersama pemerintah desa telah mengirimkan surat kepada Bupati Bogor untuk meminta percepatan penanganan infrastruktur pengendali banjir tersebut.
“Kami sudah kirim surat ke bupati. Harapan kami, ini segera bisa ditangani sebelum musim hujan datang lagi,” ujar Dita.
Ia juga menyebutkan, selain normalisasi aliran Cibarengkok, penanganan juga harus dilakukan hingga Kalijati dan Candali yang rawan banjir akibat limpasan sungai dari hulu.
Menanggapi masalah penyempitan sungai oleh bangunan warga, Camat Dita menyatakan bahwa sosialisasi akan dilakukan bersama pemerintah desa. Namun pembongkaran bangunan dinilai sulit dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran dan dampak sosial yang mungkin timbul.
“Himbauan pasti akan kami lakukan. Tapi untuk pembongkaran butuh anggaran besar. Fokus kami sekarang memperbaiki pintu air dan saluran utama terlebih dahulu,” pungkasnya. (DIDIK RUYATMAN)
Comment