KOTA BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Peserta Karantina Semifinalis Mojang Jajaka (Moka) Kota Bogor 2025 menjalani tahapan City Tour, mengunjungi berbagai spot di Kota Bogor, termasuk Pasar Gembrong, Kelurahan Sukasari, Kota Bogor, Minggu (21/9/2025).
Peserta Pasanggiri Moka Kota Bogor 2025 ini mendapatkan berbagai informasi terkait keberadaan pasar-pasar tradisional di Kota Bogor.
Peserta juga melakukan eksplorasi atau menggali potensi yang ada di Pasar Gembrong, agar nantinya bisa dikemas dalam sebuah ide gagasan berupa inovasi.
Baca Juga: Dedie Rachim Dorong Semifinalis Mojang Jajaka 2025 Jadi Motor Solusi Masyarakat
Guna kemajuan pembangunan di Kota Bogor yang bisa berdampak pada peningkatan perekonomian kerakyatan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjadi narasumber talkshow Pemuda dan Masa Depan Kota Bogor dengan memberikan informasi berbagai perencanaan pembangunan kota, terkait isu serta upaya yang dilakukan pemerintah.
Di antaranya bidang transportasi, pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi serta lingkungan.
Baca Juga: 30 Tahun Belum Tersentuh Renovasi, SDN Kencana 1 Kota Bogor Harus Belajar di Tenda
"Untuk itu peran generasi muda itu sangat penting, sangat sentral dalam mengurai permasalahan yang ada di Kota Bogor," ucap Dedie Rachim.
Pada sektor transportasi, Pemkot Bogor memiliki rencana rerouting, konversi, dan reduksi angkutan kota serta program transportasi massal yang saat ini menggunakan BTS.
Sektor persampahan, Kota Bogor bersama pemerintah pusat akan membangun pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Baca Juga: Lawang Gintung Masuk Tiga Besar Evaluasi Kinerja Kelurahan Tingkat Kota Bogor 2025
Sektor kesehatan, juga telah disediakan pemeriksaan gratis dan peningkatan layanan.
Dari berbagai upaya itu, generasi muda melalui Moka 2025 memiliki peran aktif dalam melakukan kampanye publik terkait kesehatan.
Di antaranya mengampanyekan pola hidup sehat, memberikan contoh semangat olahraga dan mengurangi makanan manis tinggi, dan sebagainya;
Serta juga bisa menyebarluaskan informasi berkaitan dengan penataan pembangunan yang ada di Kota Bogor.
"Jadi jangan menjadi penonton. Sehingga sebagai key opinion leader pemuda harus memiliki sikap dan pemahaman yang menyeluruh," terang Dedie Rachim.
"Itu penting, karena ketika mereka tahu mereka berdiri di mana, maka pemikiran, gagasan, perhatian akan mencoba mendekatkan kepada solusi yang diinginkan oleh masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Sebut Pelebaran Jalan Segera Dilakukan, Manfaatkan Lahan di Sekitar Pasar Jambu Dua
Senada, Ketua Panitia Moka 2025, Maryam Auliyah Sadikin menyebutkan, kegiatan ini merupakan hari ke-2 setelah sebelumnya para peserta mengikuti kegiatan day 1 yang berisi materi, interview, dan sebagainya.
"Untuk rangkaiannya sudah berjalan sejak 6 September. Hari ini adalah city tour ke spot- spot di Kota Bogor untuk memperkenalkan ke generasi muda apa yang ada di Bogor dan seperti apa perencanaan kota," ujarnya.
Comment