BOGOR, CEKLISSATU - Camat Bogor Selatan, Irman Khaerudin, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan kondisi puluhan siswa dari beberapa sekolah di wilayah Bogor Selatan yang diduga mengalami keracunan pada Jumat (14/11/2025). Hingga Sabtu (15/11/2025), total terdapat 50 siswa yang tercatat mengalami gejala keracunan.
Menurut Irman, sebagian siswa sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Bondongan dan beberapa dirujuk ke rumah sakit terdekat.
“Yang di Puskesmas Bondongan terakhir yang diterima berjumlah 13 orang. Kemudian dari 13 orang itu dirujuk ke Rumah Sakit berjumlah 5 orang: 4 orang ke RS Melania dan 1 orang ke RS UMMI. Kondisi terakhir, 8 orang yang di Puskesmas Bondongan alhamdulillah sudah pulang,” ungkapnya.
Baca Juga: Ini Kronologis SMK PUI Didyga Keracunan Usai Makan MBG
Ia menyampaikan bahwa jumlah siswa yang masih dirawat di rumah sakit kini tersisa satu orang.
“Saya dapat update bahwa yang dirujuk pun tinggal 1 orang yang harus dirawat inap, yaitu di RS Melania. Dari SMK PUI total ada 13 orang, dan keseluruhan 50 orang,” kata Irman saat ditemui di kantornya, Sabtu (15/11/2025).
Irman menjelaskan bahwa pada saat kejadian, ia bersama pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan penanganan terbaik bagi para korban.
“Saya dengan pihak SPPG ke rumah sakit, terutama ke RS Melania. Saya minta bantuan fasilitasi, dan menurut pihak SPPG mereka bertanggung jawab terhadap biaya pengobatannya ” ujarnya.
Terkait dugaan penyebab keracunan yang diduga berasal dari produk MBG, Irman meminta pihak SPPG menghentikan sementara distribusinya.
“Yang jelas, untuk hari kemarin distop. Memang hari ini Sabtu tidak ada kegiatan apapun. Untuk tindak lanjutnya kita lihat nanti karena memang di luar kewenangan saya juga. Sampling makanan sudah dibawa ke Labkesda, katanya butuh dua sampai tiga hari,” jelasnya.
Baca Juga: Banyak Dapur SPPG Tak Bersertifikat, Jenal Mutaqin Tegaskan Itu Sudah Jadi SOP
Ia juga mengimbau agar pihak SPPG segera menyelesaikan Sertifikat Laik Higienis.
“Untuk SPPG, saya mohon selain SOP yang harus dilakukan, seperti yang Pak Wali sampaikan, bahwa Sertifikat Laik Higienisnya harus segera selesai dulu,” tegas Irman.
Di akhir pernyataannya, Irman meminta masyarakat untuk tetap tenang.
“Warga masyarakat agar tetap tenang, terutama yang punya anak di sekolah. MBG di tempat lain masih tetap berjalan, kami di kecamatan beserta forkopimcam tetap memonitor terkait berjalannya SPPG tersebut,” tutupnya.
Comment