Ia menekankan pentingnya pemerataan layanan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah perbatasan, yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke Cibinong untuk mengakses layanan Adminduk. 

Baca Juga: Pemkab Bogor Segera Realisasikan Jalan Lingkar Leuwiliang-Rancabungur, Jaro Ade Pastikan Tahapan Sesuai Aturan

Bupati meminta dukungan penuh dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan jajaran provinsi.

“Mohon kuota blanko KTP dan KK kami ditambah, jangan sampai saat kami ingin jemput bola, ketersediaannya justru jadi kendala,” ucapnya.

Rudy juga menyampaikan apresiasi atas peluncuran Sistem Layanan Online Kependudukan (Siloka) dan pelaksanaan pelayanan adminduk di 435 kantor desa dan kelurahan melalui jaringan pelayanan terintegrasi.

Kemudian peresmian Gerai Pelayanan Publik (GPP) di Gedung E RSUD Leuwiliang juga menjadi momen penting yang menandai perluasan akses layanan ke masyarakat di wilayah barat. 

IMG_20250527_141007.webp
PERCEPATAN LAYANAN: Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri RI, Teguh Setyabudi membuka Gebyar Administrasi Kependudukan tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Peresmian Gerai Pelayanan Publik (GPP) Wilayah Bogor Barat, Selasa (27/05/2025).

Baca Juga: Pemkab Bogor Raih Opini WTP, Ketua DPRD Sastra Winara: Jadi Motivasi Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Ia menargetkan pembentukan GPP di seluruh wilayah strategis Bogor, meliputi Bogor Barat, Timur, Tengah, Utara, dan Selatan.