“Banyak laporan pohon tumbang, banjir, hingga angin kencang yang merusak atap rumah warga. Untuk pohon tumbang saja, tercatat ada 219 kejadian sampai kemarin,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kejadian pohon tumbang tidak hanya menyebabkan akses jalan tertutup, tetapi juga merusak rumah warga dan infrastruktur publik.

Baca Juga: Dua Pohon Tumbang di Depan Kantor PWI Kota Bogor, BPBD Evakuasi dan Buka Akses Jalan Kembali

“Pohon tumbang itu tidak hanya menutup jalan, tapi ada juga yang menimpa rumah warga dan merusak sarana publik. Untuk data total kerugian material, kami masih menghimpun datanya dari tim di lapangan,” kata Dimas.

Lebih lanjut, BPBD Kota Bogor juga tengah menyiapkan rencana kontinjensi gempa bumi, sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gempa di wilayah Bogor yang dilintasi oleh Sesar Citarik dan Sesar Baribis.

“Kalau bicara potensi gempa, memang Kota Bogor ini dilintasi oleh Sesar Citarik dan Sesar Baribis. Karena itu, di akhir tahun 2025 kami mulai menyusun rencana kontinjensi gempa bumi yang akan menjadi skenario penanganan jika bencana tersebut terjadi,” jelas Dimas.

Baca Juga: BPBD Kota Bogor Imbau Warga Tetap Tenang dan Selalu Waspada Hadapi Hujan Sore Hari

Ia menjelaskan, rencana tersebut akan mencakup kegiatan gladi meja, gladi posko komando, dan gladi lapangan, yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.