BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Berbagai langkah strategis telah disiapkan, mulai dari normalisasi saluran irigasi hingga penyediaan titik-titik sumber air untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan tahapan penanganan kekeringan saat ini sudah mulai berjalan. Salah satu fokus utama adalah normalisasi saluran irigasi yang mengairi sekitar 800 hektare lahan persawahan di Kecamatan Tanjungsari, wilayah timur Kabupaten Bogor.
" Tahapan-tahapan sudah segera kami persiapkan, bahkan sudah mulai berjalan. Salah satunya normalisasi saluran irigasi yang mengairi kurang lebih 800 hektare sawah di Kecamatan Tanjungsari," ujar Rudy di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Krisis Air Bersih di Desa Tapos, Polres Bogor Bangun Sumur Artesis untuk Warga
Selain itu, Pemkab Bogor juga menyiapkan sejumlah titik sumber air sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan TNI, Polri, serta kelompok-kelompok masyarakat di berbagai wilayah.
Menurut Rudy, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan air selama musim kemarau, terutama untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor produktif.
Tak hanya sektor pertanian, perhatian pemerintah juga tertuju pada kawasan perikanan. Untuk itu, Pemkab Bogor akan menggelar rapat koordinasi bersama para camat dan tokoh masyarakat di wilayah Bogor Utara pada Sabtu (20/6/2026).
Comment