BOGOR, CEKLISSATU— Ruas jalan Pedurenan Gunung Sindur Kabupaten Bogor rawan kriminal dan kecelakaan lalu lintas hingga memakan korban.
“Jalur ini emang rawan, sering kejadian tawuran, dan kriminal dulu saya aja pernah jadi korban hipnotis saat saya jaga warung dihipnotis hp dan uang hasil jualan diambil,”kata Pemilik warung Kopi di Depan SPBU Pedurenan, Nuriah kepada wartawan, Selasa 17 Mei 2022.
Nur sapaannya mengatakan bahkan tahun lalu 2021 pada bulan ramadhan saat itu dirinya masih tidur di warungnya, menjelang sahur anaknya sedang berada di luar sama temennya. Tiba -tiba ada sekelompok orang menggunakan mobil turun langsung menyerangnya beruntung tidak sampai melukai.
“Dulu kan saya pada puasa tahun lalu tidur di warung ini, anak saya usai sahur di luar sama temen-temennya tiba tiba dari arah parung beberapa mobil berhenti di depan warung, langsung orangnya pada turun sambil bawa senjata tajam mengancam anak saya, saya spontan langsung meminta jangan sampai anak saya dilukai karena kalian juga punya ibu bagaimana perasaan kalau anak saya meninggal,”kata Nur menceritakan.
Nur juga menceritakan rawannya jalur tersebut warung kopi, kelontong hingga toko yang ada di sepanjang jalan Pedurenan tidak berani buka sampai larut malam termasuk SPBU yang ada di sini juga tidak buka 24 jam.
“Semenjak kejadian itu saya gak berani buka sampai malam jam lima sore juga udah tutup bahkan pom bensin juga gak ampe 24 jam. Jam sepuluh aja udah tutup,”katanya.
Sementara itu belum lama ini kejadian aksi kriminal dilakukan sekelompok orang diduga geng motor yang mengejar bus pariwisata yang membawa ibu ibu dan anak anak warga Ragamukti Bojonggede hendak pergi ke pantai karang anyar Banten.
Kejaian itu pun dibenarkan Kapolsek Gunungsindur Kompol Birman bahwa saat ini kasus itu masih dilakukan lidik oleh unit Reskrim.
“Masih dilakukan lindik dan mencari para pelaku,”kata Kompol Birman.
Comment