Dari bahan-bahan tersebut maka produk akan dipasarkan dengan model digital marketing, yang selama ini sudah mulai dirintis dan dijalankan oleh para pengusaha, akan lebih dikuatkan agar mendapatkan hasil keuntungan yang lebih besar.  

Untuk mendorong digital marketing bisa dilakukan melalui perangkat teknologi hingga media sosial seperti penggunaan aplikasi instagram, facebook dan tik tok, twitter.  

Hal ini dapat dijadikan alat untuk mempromosikan, menjual produk, hingga media berinteraksi atau berkomunikasi langsung antara penjual dan pembeli. Salah satu strategi yang dapat ditempuh dalam meningkatkan serta mengembangkan UMKM adalah melalui strategi pemasaran dengan menggunakan metode digital marketing.  

Baca Juga: Kolaborasi Program PKM UT-UNIDA Bogor Dorong Peningkatan Kualitas Kemasan dan Label Produk UMKM Desa Ciherang Pondok

American Marketing Association mendefinisikan pemasaran digital sebagai aktivitas, institusi, dan proses yang difasilitasi oleh teknologi digital dalam menciptakan, mengomunikasikan, dan memberikan nilai kepada konsumen dan pihak berkepentingan lainnya.  

IMG-20251121-WA0003.webp

Proses tradisional antara pertemuan pembeli dan penjual tatap muka sekarang dapat di mediasi melalui media digital, dan akhirnya menghasilkan tren pemasaran baru. 

Munculnya model-model toko online, grup perdagangan online, dan platform e-commerce membuktikan bahwa masyarakat saat ini menginginkan kemudahan dalam usaha mendapatkan apa yang diinginkan.  

Pandemi COVID-19 telah mengubah kebiasaan konsumen dan produsen. Sebagian UMKM Desa Ciawi masih memerlukan penguatan karena para pengusaha UMKM tersebut kurang memahami teknologi yang baru dan tidak ada waktu dalam menggunakan HP, gadget dan sebagainya.  

Selain itu pula banyak yang tidak menggunakan media sosial untuk pendaftaran, pembelian, penjualan, dan unduhan.  

Tidak ada waktu untuk membagikan, dan membuka media sosial sehingga banyak para usahawan tidak mendapatkan penghasilan dari digital marketing dan digital finance.