JAKARTA, CEKLISSATU - Teknologi antariksa menjadi salah satu faktor masa depan ekonomi Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, seperti dikutip dari situs resmi BRIN, Jumat 2 Desember 2022.
“Masa depan ekonomi Indonesia, salah satunya harus berbasis keantariksaan. Apalagi, Indonesia secara geografis merupakan negara kepulauan yang dilewati garis ekuator dan tidak banyak satelit yang bisa meng-cover itu,” kata Handoko.
Baca Juga : Satelit Karya Anak Bangsa Meluncur ke Luar Angkasa
BRIN memiliki misi untuk mengembangkan konstelasi satelit penginderaan jauh, di antaranya berbasis IoT, berbasis optik, dan sisanya berbasis radar. Hal ini untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki data citra secara berkesinambungan.
“Terkait dengan ekonomi masa depan Indonesia, data penginderaan jauh memang kita pakai menjadi enabler, menjadi katalisator, pengungkit untuk multiplier effect (efek berganda) berikutnya,” tuturnya.
Di lain sisi, BRIN juga juga sudah siap dalam infrastruktur pendukung terkait pemanfaatan data penginderaan jauh, seperti pengelolaan data center dan big data melalui High Perfomance Computing (HPC).
Handoko juga mendorong para pelaku usaha (startup) mengembangkan aplikasi berbasis citra penginderaan jauh, untuk memenuhi kebutuhan target pasar tertentu, seperti sektor perkebunan kelapa sawit, pemenuhan kebutuhan zonasi tangkap ikan, dsb.
“Sehingga data citra, apalagi kalau kita sudah punya remote sensing sendiri, tidak sekedar menjadi data, tapi benar-benar bisa menjadi multiplier effect ekonomi yang konkrit dan signifikan,”pungkasnya.
Comment