JAKARTA, CEKLISSATU - Energi baru terbarukan atau EBT dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk terus menggenjot bisnisnya.
Pengembangan EBT sejalan dengan program pemerintah untuk mencapai target nol emisi karbon.
Hal itu seperti yang dikatakan Ketua UMKM IKM Apindo, Ronald Walla mengatakan, di mana, dinamika pasar yang semakin mengarah pada produk rendah karbon membuat seluruh rantai nilai (value chain) industri pun terdampak.
Baca Juga : Bantu Pasarkan Produk UMKM hingga ke Eropa, Koperasi Anak Nagari Minangkabau Siasati Bumbu Rendang
Bukan hanya para pengusaha atau perusahaan menengah-besar, tapi juga berdampak pada Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bertransisi ke proses produksi yang rendah karbon.
"Dinamika pasar yang didorong oleh kepentingan bersama untuk memerangi perubahan iklim ini merupakan satu kondisi yang tidak bisa dianggap remeh lagi. Kalau tidak disikapi dengan perubahan mendasar maka Indonesia akan kehilangan daya saing industri nasionalnya, khususnya IKM/UMKM," ucap Ronald seperti dalam keterangannya, Rabu 8 Frbruari 2023.
Lebih lanjut dia mengatakan, permasalahan akses untuk mendapatkan EBT ini menjadi perhatian utama para Industri yang semakin memerlukan EBT dari sistem kelistrikan.
Hal itu harus dijawab dengan terobosan mendasar pada struktur pasar kelistrikan, seperti Power Wheeling yang saat ini menjadi perdebatan hangat antara DPR dan Pemerintah di dalam pembahasan RUU EBT.
Indonesia memiliki potensi EBT yang besar. Sehingga sayang bila potensi tersebut tidak dimanfaatkan.
"Rasanya ironis kalau kita yang memiliki potensi EBT begitu besar, tetapi Industri Nasionalnya tidak bisa mendapatkan akses pada EBT khususnya di energi listrik, yang merupakan sumber energi penting dalam proses produksi", tutup Ronald.
Comment