BOGOR, CEKLISSATU.COM - Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan melalui pengembangan sentra buah di setiap desa.
Program itu mengusung konsep one village one product dengan mengoptimalkan potensi lokal, mulai dari mangga, rambutan hingga alpukat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Rudy Susmanto menegaskan, ketahanan pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Wisata Petik Melon Hidroponik BUMDes Kuntum Mekar
Karena itu, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga harus memperkuat sektor pertanian sebagai sumber pangan dan penghidupan masyarakat.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengembangkan konsep one village one product melalui pembentukan sentra buah di sejumlah desa.
Pemerintah Kabupaten Bogor akan memetakan desa-desa yang memiliki potensi untuk ditanami komoditas buah sesuai karakteristik wilayah, seperti mangga, rambutan, dan alpukat.
Baca Juga: Peresmian Operasional Pasar Petani Garuda Kabupaten Bogor
Selain itu, penanaman juga akan dilakukan di 40 kecamatan melalui pengembangan hutan kota dan penghijauan di sejumlah ruas jalan utama.
"Jangan hanya melihat hasilnya hari ini, tetapi lihat dua sampai tiga tahun ke depan. Kita ingin setiap desa memiliki sentra buah dengan komoditas unggulannya masing-masing. Selain memberikan manfaat lingkungan, hasilnya nanti juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Rudy, dikutip Rabu (4/11/2026).
Ia meminta agar pengadaan bibit dan pupuk yang telah dialokasikan melalui APBD benar-benar disertai perencanaan lokasi, distribusi, serta pola penanaman dan pemeliharaan yang optimal.
Penanaman ditargetkan mulai dikejar pada akhir November hingga Desember 2026, bertepatan dengan momentum musim penghujan.
Pemerintah daerah juga akan mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa, kelompok tani, DPRD, dan perangkat daerah terkait agar program tersebut terlaksana secara optimal.
Selain pengembangan tanaman buah, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mendorong penguatan komoditas perkebunan unggulan, seperti kopi robusta yang telah tersebar di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Lahan Tidur di Jalur Bomang Bogor Disulap Jadi Kebun Produktif, Hijau Oleh Tanaman Pangan
Dukungan juga disiapkan melalui pembagian bibit jeruk lemon dan pala, penyediaan alat pertanian, serta perlindungan bagi petani melalui asuransi gagal panen akibat kekeringan.
Rudy Susmanto turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penyediaan sarana produksi, penguatan irigasi, serta pengembangan fasilitas pengolahan hasil panen. Salah satunya dengan menyiapkan
pembangunan sejumlah rice mill di Kabupaten Bogor agar hasil panen petani dapat diproses lebih dekat dengan lokasi produksi.
Baca Juga: Kontes Durian dan Alpukat Digelar, 190 Petani Unjuk Buah Unggulan Kabupaten Bogor
Dengan demikian, biaya distribusi dan pengolahan dapat ditekan serta stabilitas harga pangan lebih terjaga.
Ia juga meminta Distanhorbun memperkuat pendampingan kepada petani, termasuk mendorong transformasi pola tanam komoditas baru seperti bawang serta mengoptimalkan lahan sawah tadah hujan agar dapat berproduksi hingga dua kali dalam setahun.
Upaya tersebut penting untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Baca Juga: Keunggulan Urban Farming di Sekolah, dari Ketahanan Pangan hingga Pendidikan Lingkungan
Rudy juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam pelaksanaan program tahun 2027, khususnya Distanhorbun, Dinas Perikanan dan Peternakan, serta Dinas Ketahanan Pangan.
Penyelarasan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi, memastikan program tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Mari kita bangun sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan dengan hati, kerja bersama, serta perencanaan yang matang," tutup Rudy Susmanto.
Comment