BOGOR, CEKLISSATU - Deklarasi damai untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang dilaksanakan di aula Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, mencetuskan empat poin yang disepakati bersama.
Adapun poin deklarasi damai untuk Pemilu 2024 sebagai berikut, Kami peserta pemilu tahun 2024 Kota Bogor dengan ini menyatakan:
Pertama, Akan melaksanakan Pemilu tahun 2024 yang damai dan kondusif untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.
Baca Juga : Deklarasi Damai Pemilu 2024 di Kota Bogor, Mayoritas Pimpinan Parpol Tidak Hadir
Kedua, Akan mematuhi dan mentaati segala bentuk peraturan dan ketentuan yang berlaku serta menyelesaikan permasalahan Pemilu tahun 2024 sesuai dengan koridor hukum.
Ketiga, Menolak upaya-upaya yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat dan menghindari kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian serta tidak menggunakan isu sara dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2024.
Keempat, Akan menciptakan situasi dan kondisi teta kondusif di wilayah hukum Polresta Bogor Kota.
Pembacaan deklarasi damai untuk Pemilu 2024 dibacakan langsung oleh Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin diikuti semua pihak diantaranya Wali Kota Bogor, Bima Arya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Waito Tongateleng.
Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Fikri Ferdian, Perwakilan Bawaslu Kota Bogor, perwakilan DPRD Kota Bogor, perwakilan partai politik, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin mengapresiasi gagasan Polresta Bogor Kota menggelar deklarasi damai untuk Pemilu 2024.
Menurutnya, deklarasi damai untuk Pemilu 2024 sebagai upaya kebersamaan dari semua pihak dan kepolisian untuk menciptakan suasana yang damai dan kondusif sehingga pemilu di Kota Bogor dapat terselenggara dengan baik.
Masih kata Smasudin, Jumlah pemilih di Kota Bogor sebanyak 800.181 orang yang tersebar di 2.913 TPS diperebutkan lebih dari seribu bacaleg diantaranya 833 caleg DPRD kota, 54 caleg DPRD Provinsi, 162 caleg DPR RI, 55 capeg DPD dan kemungkinan tiga pasang capres dan cawapres.
"Artinya dengan banyaknya kontestan yang ada, kemudian jumlah kecamatan dan kelurahan yang tidak terlalu banyak, sangat mungkin terjadi gesekan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Deklarasi damai hari ini adalah salah satu bentuk upaya kita untuk cipta kondisi agar mulai hari ini sampai hari H, semua pihak bisa menjaga kedamaian dan ketertiban," katanya.