“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” ujar Prof. Sandra dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, Roda Dua Padati Jalur Arteri Cibiru Bandung pada Malam Hari

Ia menambahkan, kue kering dan minuman manis yang dikonsumsi berlebihan juga dapat memicu lonjakan gula darah, terutama berbahaya bagi penderita atau orang yang berisiko diabetes. 

Sementara itu, makanan tinggi lemak dan garam dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah, serta risiko penyakit jantung dan stroke. Kalori berlebih juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan serta membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk.

Meski demikian, menikmati hidangan Lebaran tidak berarti harus mengorbankan kesehatan. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, gulai, atau rendang tetap dapat dinikmati, asalkan dalam porsi yang wajar. 

Baca Juga: Libur Lebaran 2026, Jungleland Sentul Hadirkan Wahana Baru Immersive Pelangi di Mars 

Ambil makanan secukupnya, batasi konsumsi kue kering dan minuman manis, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur. Cara ini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

“Lebaran seharusnya tetap menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan. Dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idulfitri tanpa harus mengorbankan kesehatan,” jelas Prof. Sandra.