BANDUNG, CEKLISSATU -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melaksanakan Shalat Idul Fitri 1446 di lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Senin, 31 Maret 2025. 

Usai melaksanakan salat ied  Dedi Mulyadi  mengatakan, ini adalah momen dirinya melaksanakan Shalat Idul Fitri pertama di Kota Bandung. Biasa dirinya melaksanakan Shalat Idul Fitri di Purwakarta. 

“Ini lebaran pertama saya di Gasibu, biasanya lebarannya di Alun-alun Kiansantang Purwakarta atau di halaman rumah saya. Artinya ini adalah lebaran pertama yang dilaksanakan bersama warga Kota Bandung,” katanya, saat ditemui usai melaksanakan Shalat Idul Fitri, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, (31/03/2025).

Baca Juga: 338 Warga Binaan Lapas Sukamiskin Bandung Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

Lebih lanjut dirinya menilai, amino masyarakat yang melaksanakan Shalat Idul Fitri di Kota Bandung sangat tinggi. Hala itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang ikut sholat yang bukan hanya dari kota Bandung saja. 

“Saya lihat tadi ada yang dari Lampung, ada yang dari Kalimantan, ada yang sengaja dari Garut shalat id di sini, dari Karawang shalat id di sini, ada yang dari Cianjur. Saya lihat hampir seluruh pelosok Jawa Barat banyak warganya yang datang ke sini untuk melaksanakan shalat id,” ucapnya

KDM sapaan akrabnya, menyebut tahun ini, adanya kenaikan pembayaran zakat fitrah, kenaikannya lebih dari 100 persen. Artinya itu menandakan kesadaran dan kemampuan orang untuk membayar zakat sudah semakin meningkat dan kualitas ekonomi masyarakat masih relatif sangat baik.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Desak Tindakan Tegas Terhadap Kepala Desa Klapanunggal Bogor

“Ini yang harus menjadi catatan penting, karena kalau kualitas ekonominya buruk orang belum tentu juga bisa bayar zakat fitrah atau bayar zakat yang lainnya, ini kan menandakan,” bebernya. 

Tak hanya itu, dirinya, juga menyebutkan, perayaan malam takbiran di Setiap wilayah Jawa Barat  berjalan lancar. Bahkan arus mudik tahun relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya

“Kemudian juga kegiatan malam takbiran dalam keadaan lancar, tidak ada peristiwa-peristiwa yang menonjol. Kemudian arus mudik terkelola dengan baik, ini menandakan bahwa koordinasi lintas sektoral baik antar Forkopimda di Provinsi Jawa Barat maupun pusat dengan daerah berjalan dengan efektif dan kesadaran warga,” katanya.

Dedi pun mengklaim di masa kepemimpinannya pada saat lebaran premanisme yang meminta THR dan melakukan pemalakan dan pungli berkurang.

"Alhamdullilah pada saat ini mendapatkan laporan dari warga dan pengusaha premanisme yang minta THR dan Pungli berkurang, dan termasuk apa namanya wartawan bodrek yang juga tidak ada," ungkapnya.