BOGOR, CEKLISSATU -Sebanyak 165 perangkat desa dan kepala desa dan Kecamatan di Kabupaten Bogor telah di wisuda, karena berhasil mengikuti Program Sekolah Pemerintahan Desa Angkatan II berlangsung di IPB University.
Peserta wisuda terdiri dari, 38 Kecamatan, 55 Desa, 55 Kepala Desa, 55 Operator Spasial, dan 55 Operator Sosial.
Menurut Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, program tersebut merupakan upaya untuk mempercepat pembangunan desa.
"Dengan ilmu yang mereka dapat melalui program Sekolah sehingga bisa mengaktualisasikan dan mengimplementasikan, untuk mengidentifikasi permasalahan seperti stunting, kemiskinan, Rutilahu," ungkap Pelaksana Tugas Bupati (Plt) Iwan Setiawan, kepada wartawan.
Menurut Iwan Setiawan, dengan mengikuti program tersebut nantinya ada data presisi, yang akan dihasilkan dan diarahkan untuk menangani permasalahan yang ada di wilayah.
Bahka ia menegaskan, seluruh Kepala Desa agar tidak melakukan pergantian aparatur desa jika terjadi pergantian Kades terutama yang telah lulus melaksanakan Sekolah Pemerintahan Desa baik angkatan 1 dan 2.
Baca Juga : Dinkes Jabar: Tidak Ditemukan Kasus Ginjal Akut dan Sirop Praxion tak Dijual di Apotek
“Supaya mengikat langkah kami, akan dituangkan dengan peraturan karena kita sudah capek agar tak ada pergantian ketika kades baru itu tidak boleh terjadi, mereka adalah investasi dan SDM desa yang sangat potensial," kata Iwan.
Pihaknya juga terima kasih kepada keluarga besar IPB University, yang sudah bekerjasama dan menjadi Kabupaten Bogor pilot project sekolah Pemerintahan Desa pertama di Indonesia.
“IPB ini sangat luar biasa inovasinya, salah satunya Sekolah Pemerintahan Desa ini. Insyaallah kedepan akan kami selenggarakan di tahun 2023 ini,” katanya.
Sementara Rektor IPB University, Arif Satria menuturkan, tonggak kemajuan Kabupaten Bogor terletak pada kemajuan desa. Oleh karena itu sumber daya manusia aparatur desa mutlak untuk menjadi pilar utama dalam pembangunan.
Menurutnya, pemanfaatan inovasi IPB dalam data desa presisi dan untuk menunjang data desa presisi inilah kemudian dikembangkan Sekolah yang menjadi sumber perencanaan yang baik.
"Kalau data desa yang baik akan meningkatkan akurasi data nasional sehingga perencanaan nasional semakin baik,” katanya.
Dirjen Bina Pemdes, Eko Prasetyanto menyampaikan apresiasi kepada IPB University dan Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memulai dan menjadi visioner program Sekolah Pemerintahan Desa yang luar biasa, dalam memajukan sumber daya manusia terutama para Kades dan aparatur desa.
“Ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, merubah sikap untuk lebih optimal dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan dan pengelolaan keuangan desa. Semoga ini bisa diikuti oleh seluruh desa yang ada di Indonesia,” tuturnya.