Mentimun sendiri memiliki kandungan air mencapai 96 persen, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga hidrasi, terutama setelah beraktivitas atau saat cuaca panas. Elektrolit alami dalam mentimun juga membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, mendukung fungsi organ vital, serta menjaga tekanan darah tetap stabil 

3. Jamu-Jamuan
Meski di musim panas udara cenderung kering dan panas, meminum ramuan tradisional seperti jamu-jamuan dapat menjaga asupan rempah-rempah yang kaya akan antioksidan untuk kulit dan juga sel-sel pada tubuh. Beberapa minuman herbal berikut terbukti efektif memperkuat sistem imun diantaranya seperti beras kencur, kunyit jahe, atau temulawak. Minuman tradisional ini mudah untuk didapatkan di pasar tradisional atau membeli yang sudah siap saji.

4. Air Mineral
Tidak ketinggalan hawa ekstrim membuat tenggorokan cepat kering dan juga menimbulkan rasa haus, dari pada mengkonsumsi minuman tinggi glukosa yang akan menyebabkan kadar gula pada darah tinggi. Alternatif lain untuk bisa mengalihkan rasa haus bisa dengan mengkonsumsi air mineral yang cukup, bisa dalam rentang 1 liter hingga 1,5 liter per hari.

Baca Juga: Cuaca Buruk Gagalkan Pemantauan Hilal di Jawa Barat, Penetapan Dzulhijjah Tunggu Sidang Isbat


Puncak musim panas di bulan Juni-Juli memang terasa menyengat, tetapi bukan berarti kita harus terus-menerus merasa tidak nyaman. Dengan menjaga asupan makanan dan minuman yang tepat, tubuh tetap bisa bugar dan imunitas terjaga.

Mulai dari air putih yang diminum secara teratur, air kelapa yang kaya elektrolit, infused water menyegarkan, hingga buah-buahan berair seperti semangka dan jeruk. Semuanya bisa menjadi senjata alami melawan panas. Jangan lupa juga untuk sesekali menyeruput minuman herbal hangat seperti teh jahe kunyit atau susu kunyit yang tidak hanya enak tetapi juga memperkuat sistem kekebalan tubuh dari dalam.

Ade Pramitha