BOGOR, CEKLISSATU - Bulan Juni dan Juli identik dengan puncak musim panas di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa suhu udara akan terus meningkat seiring dengan pergerakan semu matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa . Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, suhu dilaporkan mencapai lebih dari 35 derajat.

Celsius pada siang hari. Kondisi panas yang menyengat ini bukan hanya membuat tubuh merasa tidak nyaman, tetapi juga berisiko menurunkan sistem kekebalan tubuh. Tubuh yang terus-menerus terpapar suhu tinggi akan kehilangan banyak cairan melalui keringat, yang jika tidak diimbangi dengan asupan yang cukup dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan, hingga menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. 

Baca Juga: Cuaca Buruk Gagalkan Pemantauan Hilal di Jawa Barat, Penetapan Dzulhijjah Tunggu Sidang Isbat

Simak baik-baik asupan di bawah ini yang bisa kamu coba penuhi untuk temani suhu kering tahun ini,

  1. Air Kelapa 
    Ketika tubuh berkeringat banyak akibat suhu tinggi, kita tidak hanya kehilangan air, tetapi juga mineral penting seperti kalium, natrium, dan magnesium. Air kelapa hadir sebagai minuman isotonik alami yang mengandung elektrolit-elektrolit tersebut. Lebih dari sekadar menghilangkan dehidrasi, air kelapa juga kaya akan antioksidan yang telah teruji dapat mengatasi dehidrasi ringan hingga membantu menurunkan tekanan darah tinggi . Rasanya yang segar dan alami membuatnya menjadi pilihan tepat untuk memulihkan cairan tubuh setelah beraktivitas di bawah terik matahari.

2. Infused Water: Alternatif Segar dari Mentimun, Lemon, dan Mint
Bosan dengan air putih biasa? Infused water atau air rendaman buah dan sayur bisa menjadi alternatif menyegarkan. Potongan mentimun, jeruk nipis, dan daun mint yang direndam dalam air tidak hanya memberikan cita rasa alami, tetapi juga manfaat hidrasi yang optimal.

Mentimun sendiri memiliki kandungan air mencapai 96 persen, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga hidrasi, terutama setelah beraktivitas atau saat cuaca panas. Elektrolit alami dalam mentimun juga membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, mendukung fungsi organ vital, serta menjaga tekanan darah tetap stabil 

3. Jamu-Jamuan
Meski di musim panas udara cenderung kering dan panas, meminum ramuan tradisional seperti jamu-jamuan dapat menjaga asupan rempah-rempah yang kaya akan antioksidan untuk kulit dan juga sel-sel pada tubuh. Beberapa minuman herbal berikut terbukti efektif memperkuat sistem imun diantaranya seperti beras kencur, kunyit jahe, atau temulawak. Minuman tradisional ini mudah untuk didapatkan di pasar tradisional atau membeli yang sudah siap saji.

4. Air Mineral
Tidak ketinggalan hawa ekstrim membuat tenggorokan cepat kering dan juga menimbulkan rasa haus, dari pada mengkonsumsi minuman tinggi glukosa yang akan menyebabkan kadar gula pada darah tinggi. Alternatif lain untuk bisa mengalihkan rasa haus bisa dengan mengkonsumsi air mineral yang cukup, bisa dalam rentang 1 liter hingga 1,5 liter per hari.

Baca Juga: Cuaca Buruk Gagalkan Pemantauan Hilal di Jawa Barat, Penetapan Dzulhijjah Tunggu Sidang Isbat


Puncak musim panas di bulan Juni-Juli memang terasa menyengat, tetapi bukan berarti kita harus terus-menerus merasa tidak nyaman. Dengan menjaga asupan makanan dan minuman yang tepat, tubuh tetap bisa bugar dan imunitas terjaga.

Mulai dari air putih yang diminum secara teratur, air kelapa yang kaya elektrolit, infused water menyegarkan, hingga buah-buahan berair seperti semangka dan jeruk. Semuanya bisa menjadi senjata alami melawan panas. Jangan lupa juga untuk sesekali menyeruput minuman herbal hangat seperti teh jahe kunyit atau susu kunyit yang tidak hanya enak tetapi juga memperkuat sistem kekebalan tubuh dari dalam.

Ade Pramitha