“PT KAI telah menunjukkan langkah-langkah yang sangat revolusioner. Kami perlu belajar dan menjadikan inovasi ini sebagai referensi untuk memperkuat sistem pelayanan publik kami,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, tim KAI Daop 1 Jakarta memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi yang telah diterapkan untuk mendukung operasional dan keselamatan perjalanan kereta api, antara lain:

IMG-20250729-WA0101.webp

*Integrasi Command Center:* Pusat kendali terpadu yang memantau secara real-time kondisi operasional, pelayanan penumpang, dan potensi gangguan.

*Sensor Landslide:* Sistem deteksi dini terhadap potensi tanah longsor di sepanjang jalur rel.

*Accelerometer:* Alat sensor percepatan untuk mendeteksi getaran atau anomali pada rel, jembatan, dan sarana kereta.

*Flood Detection System:* Sistem pemantauan banjir otomatis pada lintasan rel untuk memastikan keselamatan dan keandalan perjalanan KA.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan langsung ke ruang Pusat Pengendali, di mana rombongan menyaksikan proses pemantauan operasional oleh petugas secara real-time. Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol sinergi antar penyedia transportasi publik.


Kegiatan studi banding ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): mendorong pembangunan infrastruktur transportasi yang tangguh dan berbasis teknologi.

Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan transportasi publik.

Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): memperkuat kolaborasi antar lembaga dan penyedia layanan transportasi dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Dengan sinergi dan kolaborasi seperti ini, diharapkan tercipta sistem transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi, aman, dan berkelanjutan demi pelayanan terbaik bagi masyarakat.