JAKARTA, CEKLISSATU – Dalam rangka memperkuat sistem layanan dan teknologi informasi, jajaran Dewan Komisaris PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melakukan studi banding ke Pusat Pengendali Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada Selasa (29/7). Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan command center serta penerapan teknologi digital dalam pengawasan perjalanan transportasi secara real-time.
Rombongan TransJakarta dipimpin langsung oleh Komisaris Utama, Mayjen TNI (Purn) Untung Budiharto, didampingi oleh para anggota Dewan Komisaris, yaitu Irjen Pol (Purn) Drs. Luky Arliansyah, Muh. Mashuri Masshuda, dan Bambang Eko Martono. Turut hadir pula Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Pelayanan, Raditya Maulana, serta Kepala Departemen Command Center, Gandrie.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Deputy I PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta, Ali Afandi, bersama jajaran manajemen Daop 1 Jakarta. Dalam sambutannya, Ali Afandi menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada KAI sebagai referensi dalam pengembangan sistem transportasi publik berbasis teknologi.
“Daop 1 Jakarta merupakan salah satu daerah operasi terbesar di PT KAI, yang mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat. Dengan total 109 stasiun, wilayah ini mengelola hingga 80% dari total sekitar 2.400 perjalanan kereta api harian di seluruh Indonesia,” ungkap Ali.
Komisaris Utama TransJakarta, Mayjen TNI (Purn) Untung Budiharto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap penyambutan dan pemaparan yang diberikan oleh KAI. Ia menilai KAI telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam transformasi teknologi yang dapat dijadikan rujukan untuk pengembangan sistem transportasi perkotaan.