JAKARTA, CEKLISSATU – Dana Moneter Internasional atau IMF sepakat mengucurkan dana RP44,9 triliun untuk membantu mengatasi krisis ekonomi yang terjadi di Pakistan.

Setelah sempat tertunda, kesepakatan tersebut masih harus disetujui oleh dewan pemberi pinjaman global.

Ekonomi Pakistan yang tertatih-tatih dalam beberapa tahun terakhir karena krisis, semakin terbebani oleh adanya krisis energi global dan banjir dahsyat yang melanda negara itu tahun lalu.

Untuk membantu mengamankan kesepakatan, bank sentral Pakistan menaikkan suku bunga utamanya ke rekor tertinggi 22% pada hari Senin 3 Juli 2023.

Baca Juga : Inflasi di Jalur Positif, IMF: Pertempuran Belum Selesai

Krisis ekonomi yang dihadapi Pakistan kali ini, merupakan krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

"Ekonomi telah menghadapi beberapa guncangan eksternal seperti bencana banjir pada tahun 2022 yang berdampak pada kehidupan jutaan orang Pakistan dan lonjakan harga komoditas internasional setelah perang Rusia di Ukraina ," kata Kepala misi IMF untuk Pakistan, Nathan Porter seperti dikutip dari Reuters, Senin 3 Juli 2023.

Tingkat inflasi tahunan Pakistan mencapai rekor tertinggi terbaru pada Mei, dimana hampir menyentuh level 38%.

Kini Pakistan bakal mendapatkan pendanaan USD3 miliar yang akan bertahap selama sembilan bulan, lebih tinggi dari yang diharapkan.

Selain itu Pakistan sedang menunggu pembebasan sisa dana USD2,5 miliar dari paket bailout USD6,5 miliar yang disepakati pada 2019, yang berakhir pada hari Jumat.

Negara berpenduduk lebih dari 230 juta orang ini telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menstabilkan ekonominya.

Tahun ini cadangan devisa negara itu turun ke tingkat yang setara dengan kurang dari tiga minggu impor.