BANDUNG, CEKLISSATU -- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi resmi menerbitkan Surat Edaran terkait pelarangan wisuda sekolah juga study tour yang membebani orang tua, hingga kebijakan wajib militer bagi siswa bermasalah di Jawa Barat.

Surat edaran tersebut diterbitkan pada Selasa, 6 Mei 2025 dan diunggah di sosial media pribadi milik Dedi Mulyadi. 

Surat Edaran bernomor 43/PK.03.04/KESRA itu ditujukan kepada bupati/wali kota yang berwenang pada PAUD - SD - SMP, Kepala Dinas Pendidikan Jabar yang mengurus SMA/SMK sederajat, serta Kantor Kementerian Agama yang menaungi pondok pesantren.

Surat edaran tersebut dikeluarkan untuk menguatkan kebijakan Pemprov Jawa Barat dalam pembangunan pendidikan guna terwujudnya konsep Gapura Panca Waluya serta peserta didik yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer.

Baca Juga: Sekolah SMK Swasta di Ciomas Diduga Melanggar Intruksi Gubernur Jabar, Orang Tua Siswa Protes

Dalam surat tersebut tertuang terkait kebijakan Dedi Mulyadi untuk memasukkan siswa nakal di Jawa Barat ke barak militer. 

Hal itu sebagai langkah konkret untuk membentuk karakter serta jiwa bela negara terhadap para siswa nakal di Jawa Barat 

"Untuk meningkatkan disiplin serta rasa bangga sebagai warga negara yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap peserta didik harus memahami wawasan kebangsaan dengan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Paskibra, Palang Merah Remaja dan kegiatan lainnya yang memiliki implikasi positif pada pembentukan karakter kebangsaan peserta didik,” demikian sempalan isi surat edaran pada poin ke delapan dalam surat tersebut, dikutip pada Kamis (09/05/2025).