"Terutama melalui khotbah, melalui Khotib saat di mimbar-mimbar masjid, dan melalui guru guru para asatidz, ustadz dan ustadzah saat memberikan agenda kajian dan dakwah di lingkungan Masjid," ungkapnya.
Baca Juga: Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW: Membangun Kabupaten Bogor dengan Nilai-Nilai Luhur
Camat Panongan Tangerang Bapak Ahmad Hafid dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Istighosah dan doa bersama ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan, dan para tokoh masyarakat.
Tidak hanya menjadi ritual keagamaan, namun juga merupakan ikhtiar spiritual untuk memperkokoh persaudaraan, mempererat silaturahmi, serta memohon pertolongan Allah SWT agar Panongan Tangerang tetap aman, damai, dan terhindar dari perpecahan.
“Sinergi dan kolaborasi yang baik antarpihak, akan semakin kuat dalam meredam gerakan-gerakan yang tidak memberikan kontribusi positif," tuturnya.
"Agenda kita ini menjadi ruang kebersamaan bagi pemerintah, tokoh agama, forum Masjid dan masyarakat untuk memohon keselamatan serta memperkuat persatuan dengan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, dengan tujuan untuk Panongan Tangerang yang sejuk dan damai," jelasnya.
Baca Juga: Libur Panjang Maulid Nabi, Penumpang Whoosh Alami Kenaikan Hingga 20 persen
Ia juga mengapresiasi dalam acara Maulid Nabi dan Istighosah ini diawali dengan menyanyikan Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh IRMAS Masjid Biru Al Furqon yang menambah khidmat suasana dan juga penampilan anak anak TPA yang membawakan penampilan terkait dengan Kisah Nabi Muhammad SAW.