“Sesuai dengan peraturan pemerintah, Griya Pekerja berbentuk rumah sewa. Harapannya menjadi terminasi pertama bagi pekerja menyiapkan hunian permanen, sambil menekan biaya hidup karena lokasinya dekat dengan kawasan industri dan transportasi umum,” jelas Pramudya.


Meski tarif sewa belum diumumkan secara resmi, Pramudya mencontohkan proyek serupa di Batam yang mematok harga antara Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan.


Selain lokasi yang strategis, kriteria penghuni Griya Pekerja juga telah ditetapkan. Pekerja harus merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, berasal dari perusahaan yang tertib membayar iuran, serta memiliki penghasilan di bawah batas maksimum yang akan diumumkan kemudian.

Baca Juga: Dukung Rencana Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Fahira Idris Sampaikan 3 Rekomendasi


“Pendaftaran akan dilakukan dengan sistem first in first out. Begitu pembangunan selesai, kami akan segera membuka pendaftaran bagi pekerja yang memenuhi kriteria,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol, Multanti, menyampaikan dukungan penuh terhadap program Griya Pekerja yang digagas BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah. Ia menilai inisiatif ini sebagai langkah nyata menjawab kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi para pekerja, khususnya di kota besar dengan biaya hidup tinggi.