JAKARTA, CEKLISSATU – Untuk mengatasi krisis sampah yang kian mendesak, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meresmikan Waste Crisis Center (WCC).

WCC merupakan pusat kendali baru yang akan mempercepat solusi pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga nasional.

WCC diluncurkan sebagai terobosan besar yang mengintegrasikan data, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor demi Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.

“Kami berharap Waste Crisis Center (WCC) ini dapat menjadi jawaban atas segala permasalahan sampah di seluruh Indonesia, mulai dari hal terkecil di tingkat rumah tangga hingga tantangan besar di skala regional dan nasional,” ujar Hanif, dikutip dari keterangannya, Minggu (3/8/2025).

Baca Juga: Sampah Jadi Energi, Depok Tunggu Satu Langkah Lagi untuk Ajukan ke Kementerian

Pembentukan WCC, lanjut Hanif, merupakan langkah konkret KLH/BPLH dalam menutup kesenjangan kapasitas pengelolaan sampah antar wilayah.

Seperti masalah infrastruktur, kelembagaan, pembiayaan, penegakan hukum, hingga partisipasi masyarakat.

“Sebagai simpul koordinasi nasional, WCC menjembatani kebijakan pusat dan pelaksanaan teknis di daerah dalam kerangka Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah,” ujar Hanif.

Baca Juga: Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Soroti Pengelolaan Sampah di Purwasari, Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah

Lebih dari sekadar unit operasional, WCC juga menjadi bagian penting dalam penyusunan Peraturan Presiden terkait Jakstranas Pengelolaan Sampah.

Dalam waktu dekat, WCC akan berevolusi menjadi Sekretariat Koordinator Nasional Implementasi Jakstranas, yang bertugas mengawal pelaksanaan pengelolaan sampah secara berkelanjutan dan lintas sektor.

“WCC kami bentuk bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai pusat kendali dan solusi nyata dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang modern, terukur, dan kolaboratif,” tambah Hanif.

Baca Juga: Jaga Investasi dan Lingkungan Puncak, Pemkab Bogor dan KLHK Evaluasi KSO PTPN

Dengan hadirnya WCC, KLH/BPLH menegaskan target nasional: 100% cakupan layanan pengangkutan sampah, 100% pengolahan sampah melalui berbagai fasilitas (TPS3R, TPST, RDF, kompos, waste-to-energy), serta pengiriman residu seminimal mungkin ke TPA dengan sanitary landfill.

Fasilitasi pembentukan WCC ini mencerminkan komitmen KLH/BPLH dalam mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah yang berbasis data, inklusif, dan terukur—menuju lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri LH sekaligus pendiri Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan, WCC mengemban empat fungsi utama: sebagai think tank nasional yang menyusun rekomendasi strategis berbasis data lapangan; sebagai tim manajemen proyek yang memastikan implementasi kebijakan berjalan konsisten; sebagai konsultan teknis bagi pemerintah daerah; serta sebagai command center yang melakukan pengawasan dan peringatan dini berbasis sistem data real-time.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Dukung Pembangunan PSEL, Strategi Nasional Penanganan Sampah Menjadi Energi Ramah Lingkungan

“Kita akan mengumpulkan beragam teknologi informasi beserta inovasi data yang akan mendukung percepatan pengelolaan sampah melalui data yang terintegrasi untuk mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah,” terang Bijaksana.