JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Di tengah maraknya tren kuliner modern yang terus bermunculan, sejumlah jajanan tradisional Indonesia tetap mampu mempertahankan popularitasnya di hati masyarakat. 

Mulai dari klepon, onde-onde, hingga lapis legit, jajanan warisan Nusantara ini masih banyak diburu karena cita rasa khas, nilai budaya, dan kenangan yang melekat lintas generasi. 

Berikut 5 jajanan tradisional Indonesia yang tetap eksis dan digemari hingga saat ini.

Baca Juga: Dari Sushi ke Mie Jebew, Inovasi Dapur Ibu Nail Bogor Tawarkan Rasa Unik Beda dari yang Lain

1. Klepon
Klepon merupakan salah satu jajanan tradisional yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. 

Menurut Indonesian Chef Association, klepon dibuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat, diisi gula merah, kemudian direbus dan dilapisi parutan kelapa. Sensasi gula merah yang meleleh saat digigit menjadi ciri khas kue ini. 

Selain dikenal sebagai jajanan pasar, klepon juga memiliki sejarah panjang dalam tradisi kuliner Nusantara. 

Klepon telah tercatat dalam naskah Serat Centhini pada awal abad ke-19, menunjukkan bahwa kue ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak lama. 

Baca Juga: Jajanan Manis Jadul Putu Bambu: Nikmati Kelezatan Nostalgia!

2. Onde-Onde

Onde-onde menjadi jajanan tradisional lain yang masih populer hingga sekarang. Kue berbentuk bulat dengan lapisan wijen di bagian luar ini umumnya berisi pasta kacang hijau yang memberikan rasa manis dan tekstur lembut saat disantap.

Onde-onde tetap diminati meskipun berbagai jajanan modern terus bermunculan. 

Saat ini, onde-onde tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga hadir di toko kue modern dan dipasarkan secara daring oleh pelaku usaha kuliner. 

Baca Juga: Datang Berdua Bisa Kenyang! Rahang Tuna Sambal Gahar Jadi Andalan Baru Waroeng Ngariung

3. Kue Putu
Kue putu dikenal sebagai jajanan tradisional yang memiliki aroma khas pandan dan gula merah. Kue ini biasanya dibuat menggunakan cetakan bambu dan dimasak dengan cara dikukus sehingga menghasilkan tekstur yang lembut. 

Bagi banyak masyarakat Indonesia, kue putu juga identik dengan suara khas alat kukus yang digunakan para pedagang keliling. 

Keunikan tersebut membuat kue putu tidak hanya dikenang karena rasanya, tetapi juga karena menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga: Waroeng Ngariung Bogor Andalkan Inovasi Menu dan Kualitas, Hingga Bertahan  Selama 16 Tahun

4. Lupis
Lupis merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari beras ketan dan biasanya dibungkus menggunakan daun pisang sebelum direbus hingga matang. Setelah itu, lupis disajikan dengan taburan kelapa parut dan siraman gula merah cair.

Meski tergolong jajanan tradisional, lupis masih mudah ditemukan di berbagai pasar tradisional, terutama pada pagi hari. Perpaduan rasa manis dan gurih menjadikan kue ini tetap diminati oleh masyarakat dari berbagai usia.

Baca Juga: Eksis Sejak 2006, Bakul-Bakul Resto Masih Jadi Favorit Kuliner Sunda di Bogor

5. Lapis Legit
Lapis legit dikenal sebagai salah satu kue tradisional Indonesia yang memiliki proses pembuatan cukup rumit. 

Kue ini dibuat secara berlapis-lapis sehingga membutuhkan ketelitian dan waktu yang lebih lama dibandingkan kue lainnya.

Hingga kini, lapis legit masih sering disajikan dalam berbagai acara keluarga, perayaan hari besar, maupun sebagai buah tangan. Teksturnya yang lembut dan aroma rempah yang khas membuat kue ini tetap menjadi salah satu kue tradisional yang banyak dicari.

Keberadaan klepon, onde-onde, kue putu, lupis, dan lapis legit menunjukkan bahwa kue tradisional Indonesia masih mampu bertahan di tengah perubahan zaman. 

Baca Juga: Hi Nashville Resmi Meluncur, Strategi Baru Boga Hiji Kuasai Pasar Kuliner Digital

Tidak sedikit pelaku usaha yang mulai menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan cita rasa asli dari kue-kue tersebut. 

Di tengah maraknya makanan modern, jajanan tradisional tetap menjadi bagian penting dari identitas kuliner Indonesia. 

Selain menawarkan cita rasa yang khas, keberadaannya juga menjadi pengingat akan kekayaan budaya yang dimiliki Nusantara.

(MG/Siti Balqis Sari Manah)